Semut Matabele
Megaponera analis adalah satu-satunya spesies dari genus Megaponera. Mereka adalah semut pemakan rayap dan dapat ditemukan di Afrika sub-Sahara. Pada hampir 20 milimeter panjangnya, M. Analis adalah salah satu semut terbesar di dunia. Matabele sebenarnya adalah nama suku Afrika yang membasmi suku-suku lainnya kemanapun mereka pergi ketika menjelajah Afrika tengah dan selatan pada tahun 1800an.

Semut Matabele diberi nama demikian karena perilakunya yang serupa, semut ini sangat mematikan dan akan berperang dan membunuh apa saja yang dianggap musuh, khususnya koloni rayap. Bahkan manusia pun harus berhati-hati karena semut ini memiliki gigitan yang menyakitkan, jika digigit lebih dari 10 kali oleh semut ini dapat melumpuhkan tangan manusia. Senjata lainnya yang dimiliki semut Matabele tetapi jarang digunakan adalah sengatannya yang berasal dari perut.
Semut Matabele suka melakukan perburuan pada fajar dan senja antara 6:00-10:00 dan 15:00-19:00 dengan sekitar 3-5 penyerangan per hari. Penyerangan semut Megaponera analis berfokus hanya pada rayap dari subfamili Macrotermitinae dan umumnya terdiri dari 200 sampai 500 ekor semut.
Perburuan
Umumnya, pola mencari makan M.analis dimulai dengan semut pramuka yang melakukan pencarian sekitar 50 meter dari sarang untuk rayap/ sarang rayap. Tahap pencarian ini bisa memakan waktu hingga satu jam, dan jika tidak berhasil semut pramuka tersebut akan kembali ke sarang, jika berhasil menemukan sarang rayap, semut pramuka tersebut akan terus menginvestigasi tanpa bertemu langsung atau masuk ke sarang sebelum akhirnya pulang balik ke sarangnya untuk merekrut teman-temannya untuk melakukan penyerangan.
Meskipun jika diamati, semut pramuka meletakkan jejak feromon pada perjalanan pulang ke sarang, semut lainnya tampaknya tidak dapat mengikuti jejak ini tanpa bantuan semut pramuka tersebut. Semut pramuka itu akan memimpin jalan, dengan semut lainnya di belakang membentuk seperti sebuah barisan yang panjang. Waktu untuk melakukan rekrutmen bervariasi antara 60 dan 300 detik, dengan semua kasta mengambil bagian dalam penyerangan. Selama perjalanan menuju ke wilayah mangsa, semua semut meletakkan jejak feromon, sehingga akan lebih mudah bagi mereka untuk menemukan jalan pulang ke sarang tanpa harus bergantung pada semut pramuka.
Sekitar 20-50 cm sebelum berkontak langsung dengan rayap, satu per satu pasukan semut Matabele berhenti sambil menunggu semua pasukan lainnya tiba sehingga membentuk semacam lingkaran di sekitar semut pemimpin (semut pramuka). Setelah itu semua pasukan semut akan bergegas maju masuk ke sarang rayap dan menyerbu mangsanya. Selama penyerangan, pembagian tugas dapat diamati. Semut major fokus untuk menghancurkan lapisan pelindung galeri makanan milik rayap, sedangkan semut minor masuk ke dalam galeri membunuh rayap.

Koloni
Semut Matabele hidup dalam koloni yang bisa berjumlah hingga lebih dari 20 juta anggota. Ketika semut Matabele melakukan perjalanan untuk mencari makanan, mereka akan membentuk sebuah barisan yang panjang dengan semut tentara berposisi di luar samping barisan untuk melindungi semut pekerja yang lebih kecil. Seringkali bagian dari barisan terpisah jika mereka mengira terdapat makanan/mangsa pada lokasi tertentu, jika betul maka semut-semut tersebut akan melepaskan feromon untuk mengundang pasukan lainnya menuju ke lokasi tersebut. Semut Matabele sering mengeluarkan suara mendesis atau gemeretak terutama jika mereka merasa terancam.

Koloni semut Matabele terdiri dari dua pekerja yang berbeda ukurannya - major dan minor. Pekerja minor berwarna hitam mengkilap dibandingkan dengan pekerja major. Semut pekerja major memiliki mandible bergigi besar. Ukuran semut pekerja bervariasi antara 5-18 milimeter, dengan semut pekerja major bisa mencapai hingga 50% dari koloni.

| Home | Cara Membeli | Contact Us | About Us | Sitemap | BanSos |

