Semut Pemotong Daun
Terdapat 47 spesies semut pemotong daun, dan semuanya termasuk dalam subfamili Myrmicinae dari keluarga semut utama, Formicidae. Dalam subfamili Myrmicinae, ada dua kelompok utama, atau genera: Atta dan Acromyrmex.

Semut pemotong daun amat mudah dikenali – dengan kegiatannya mengangkut potongan-potongan daun ramai-ramai (bisa ratusan atau ribuan ekor) untuk di bawa ke sarang mereka. Perjalanan mereka pun tergolong jauh bagi hewan seukuran semut, ada yang lebih dari 30 meter melintasi berbagai batuan di lantai hutan dan naik turun batang-batang pohon. Meskipun namanya semut pemotong daun, namun yang dipotong bukan hanya daun saja tetapi juga bunga dan rumput.
Fakta menarik bahwa semut dapat mengangkat berat 50 kali berat badannya sendiri, ini sebabnya mengapa semut dianggap salah satu makhluk terkuat di bumi. Daun-daun ini bukanlah untuk dijadikan makanan melainkan digunakan untuk menanam fungus atau jamur, sumber makanan mereka. Daun-daun itu dipotong sendiri dengan mulut mereka sebelum di bawa ke sarang mereka yang jumlah anggota koloninya bisa jutaan ekor.

Jika diperhatikan sarangnya, semut pemotong kayu (atau kadang dijuluki 'para petani dalam dunia serangga') ini secara fisik dan kimia mendirikan kebun jamur di bawah tanah yang tumbuh pada daun yang terkunyah. Semut-semut tersebut menyingkirkan kontaminan dan menghasilkan asam amino dan enzim untuk membantu pertumbuhan jamur. Mereka juga mengeluarkan zat yang menekan pertumbuhan jamur lainnya.
Spesies semut pemotong daun yang berbeda menghasilkan jamur yang berbeda, tetapi semua jamur yang mereka hasilkan tergolong dari keluarga Lepiotaceae. Seringkali, jamur yang dibudidayakan adalah anggota antara genus Leucoprinus atau genus Leucoagaricus, yang umumnya dikenal sebagai jamur leucocoprinaceous.

Semut pemotong daun dapat ditemukan di sejumlah lokasi termasuk: Amazon Rainforest, Amerika Utara, Amerika Selatan. Semut pemotong daun merupakan semut yang cukup besar, dengan warna coklat kemerahan di tubuhnya dan memiliki duri kecil di punggung mereka. Semut pemotong daun memiliki 5 mata, dua mata besar di samping kiri-kanan kepalanya dan 3 mata kecil di atas kepala.

Koloni semut pemotong daun terdiri dari:
- Semut minim - semut pekerja paling kecil yang cenderung untuk menjaga anak semut dan kebun jamurnya.
- Semut minor - lebih besar dari semut minim dan banyak jumlahnya dalam barisan pasukan ketika perjalanan. Semut ini juga berada di garis pertama pertahanan dan terus berpatroli di daerah sekitarnya dan siap menyerang apa saja yang dianggap musuh.
- Semut mediae - semut yang bertugas memotong daun dan mengangkutnya ke sarang.
- Semut major - semut pekerja paling besar, juga berperan sebagai tentara melindungi sarang.
Pakar biologi Robert Srygley dan Andre Riveros pernah secara tidak sengaja menemukan bahwa semut menggunakan kompas internal untuk bernavigasi. Untuk membuktikan, para peneliti menggunakan tekanan magnetik yang kuat agar medan magnet lokal terganggu dan semut itu pun kehilangan arah. Ketika medan magnet di balik, hasilnya semut ini pun berjalan berlawanan arah. Oleh karena itu, semut pemotong daun pun disebut-sebut sebagai satu-satunya serangga yang menggunakan kompas untuk bernavigasi.
| Home | Cara Membeli | Contact Us | About Us | Sitemap | BanSos |

