Fakta Tentang Myanmar
Myanmar dikenal sebagai Burma hingga 1989 ketika junta militer mengganti namanya menjadi Myanmar. Ibukota, Rangoon, menjadi Yangon. Beberapa hari kemudian setelah penggantian nama demonstrasi pun bermunculan namun nama tersebut melekat sampai sekarang.
Dengan luas total 261.970 mil persegi, Myanmar adalah negara terbesar di daratan Asia Tenggara, dan terbesar ke-40 di dunia. Negara ini agak lebih kecil dari Texas dan sedikit lebih besar dari Afghanistan.

Pada tahun 2006, ibu kota dipindahkan, dibangun kembali dan diberi nama Naypyidaw. Kota yang dibangun ini memiliki jalan raya 20 jalur, lapangan golf, wifi cepat, dan listrik yang dapat diandalkan. Satu-satunya hal yang tampaknya tidak dimiliki adalah banyaknya penduduk: populasi hanya 924.608 dibandingkan dengan 7,360,703 dari Yangon.
Ibu kota sebelumnya, Yangon (dulunya Rangoon), adalah tempatnya anda bisa melihat bangunan Shwedagon Paya yang dibuat dengan emas. Dipercaya untuk mengabadikan delapan helai rambut Buddha Gautama dan merupakan salah satu situs Buddhis yang paling sakral. Menurut legenda, dua pedagang bertemu Sang Buddha (sekitar 2.500 tahun yang lalu) dalam perjalanan mereka dan kembali ke Burma dengan helai rambutnya, dan ditempatkan di kuil bersama relik lainnya.
Hari ini 89 persen penduduk Myanmar beragama Budha.
Ada pagoda di atas batu emas. Jika Anda berada di negara bagian Mon, Anda mungkin akan melihat Pagoda Kyaiktiyo, situs ziarah Buddhis yang terkenal. Bangunannya kecil (sekitar 7 meter), tetapi bertengger di atas batu besar yang dilapisi daun emas.
Batuan itu sendiri terlihat seimbang di tepi tebing.

Burma adalah bagian dari Kerajaan Inggris dari pertengahan abad ke-19. Negara ini juga pernah diduduki oleh Jepang selama Perang Dunia Kedua sebelum memperoleh kemerdekaan pada tahun 1948.
Pagoda Gua Alami Shwe U Min di Pindaya adalah kompleks gua alami yang dipenuhi lebih dari 8.000 patung atau 'gambar' Sang Buddha. Jumlah terbarunya di sekitar 8.094 namun jumlah ini terus meningkat karena organisasi Buddhis dari seluruh dunia masih menyumbang menambah jumlah koleksi yang sudah meledak ini.
Myanmar adalah rumah bagi Bagan, konsentrasi kuil Buddha, pagoda, dan stupa terbanyak dan terpadat di dunia. Didirikan pada abad ke-2, kerajaan tersebut pernah memiliki lebih dari 10.000 kuil Buddha, pagoda dan biara.

Karena terletak di zona gempa aktif, Bagan telah mengalami banyak gempa bumi selama bertahun-tahun, yang paling baru di tahun 2016 menghancurkan lebih dari 400 bangunan dan merusak ratusan lainnya. Saat ini, sisa-sisanya 'hanya' 2.000 kuil dan pagoda masih dapat dilihat, banyak di antaranya sedang diperbaiki dan direnovasi.
Aung San Suu Kyi, puteri pahlawan nasional Aung San, menghabiskan 15 tahun di bawah tahanan rumah (tahun 1989 dan 2011). Ia memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1991 untuk “perjuangan tanpa kekerasan untuk demokrasi dan hak asasi manusia”.
Selama waktu ini, Suu Kyi dan partainya (National League for Democracy atau NLD) menyerukan boikot pariwisata, dengan alasan bahwa sebagian besar dolar wisatawan mengalir ke para jenderal. Permohonannya bertahan hingga dia dibebaskan pada akhir 2010. Tidak lama kemudian, NLD mengeluarkan pernyataan yang mencabut boikot tersebut.

Akhirnya, pada November 2015, partai oposisi NLD yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi memenangkan kursi yang cukup dalam pemilihan parlemen untuk membentuk sebuah pemerintahan.
Di Myanmar, pria dan wanita memakai sarung yang dikenal sebagai longyi. Polanya sangat berbeda untuk pria dan wanita. Desain wanita disebut sebagai acheik dan diikat secara berbeda.
Perempuan suku Kayan Lahwi di negara bagian Shan dikenal karena mengenakan cincin leher: Cincin ini dipasang di leher dan tampil seperti untuk memanjangkan lehernya. Dipercaya bahwa cincin tersebut sebenarnya telah menekan tulang selangka mereka daripada memanjang lehernya.

Selama beberapa dekade, sebagian besar mobil di Myanmar telah diimpor dari Jepang di mana setir kendaraan berada di kanan. Namun, berkendaraan di Myanmar juga diharuskan berada di jalur kanan, sehingga setir kendaraannya seharusnya berada di sebelah kiri. Akhirnya, pada Januari 2017, terdapat peraturan yang melarang impor kendaraan yang setirnya berada di kanan.
Masalah Rohingya
Rohingya adalah sebuah kelompok etnis Indo-Arya dari Rakhine di Myanmar. Menurut penuturan warga Rohingya serta beberapa ulama, mereka asalnya dari negara bagian Rakhine. Namun beberapa sejarawan mengklaim bahwa mereka asalnya dari Bengal yang bermigrasi ke Myanmar terutama perpindahan selama masa pemerintahan Inggris di Burma.
Myanmar tidak mengakui mereka sebagai warga negara atau satu dari 135 kelompok etnis yang diakui yang tinggal di negara tersebut. Jumlah mereka mencapai sekitar satu juta orang pada awal 2017. Menurut Human Rights Watch, hukum mendiskriminasikan kaum Rohingya dalam hal kebebasan bergerak, pendidikan maupun pekerjaan mereka.
Menurut Organisasi Internasional PBB untuk Migrasi, 706.000 pengungsi Rohingya telah meninggalkan Myanmar ke Bangladesh sejak 25 Agustus 2017, sehingga jumlah total penduduk pengungsi Rohingya di Bangladesh menjadi 919.000 (Pada Juli 2018).
| Home | Cara Membeli | Contact Us | About Us | Sitemap | BanSos |