Fakta Tentang Papua Nugini
Papua Nugini berbatasan dengan Indonesia di sebelah Barat, memiliki garis pantai di sepanjang Laut Bismarck di utara, Laut Solomon di timur dan Laut Coral di selatan.

Meskipun negaranya terletak dekat dengan khatulistiwa, dataran tingginya menerima salju.
Dengan populasi sekitar tujuh juta, negara ini memiliki 850+ bahasa - terbanyak dari negara manapun di dunia. Bahasa yang paling banyak dipakai ialah bahasa Enga sedangkan bahasa resminya adalah Inggris.
Negara yang berbatasan langsung dengan Indonesia ini merupakan rumah bagi hutan hujan terbesar ketiga di dunia, setelah Amazon dan Kongo.
Satu-satunya burung beracun di dunia, Hooded Pitohui ditemukan di sini.

Meskipun seluruh pulau hanya mencakup 1% dari luas daratan dunia, pulau ini menampung setidaknya 5% spesies tumbuhan dan hewan - 2/3 di antaranya hanya ditemukan di New Guinea. Ingin melihat kanguru yang memanjat pohon, tikus karnivora, atau lebih banyak spesies anggrek daripada di tempat lain di dunia? Ini adalah tempatnya.
Wilayah Papua Nugini termasuk ke dalam wilayah Ring of Fire gempa bumi (kawasan cincin api pasifik).

Wilayahnya dipercaya sebagai daratan terakhir yang belum banyak dijelajahi dan diyakini memiliki banyak spesies hewan dan tumbuhan yang belum diketahui.
Ibukotanya yang juga merupakan kota terbesarnya adalah Port Moresby (namanya diberikan oleh Kapten John Moresby), berpenduduk sekitar lebih dari 250.000.
Ada sangat sedikit jalan beraspal di Papua Nugini; oleh karena itu perjalanan melalui jalur udara lebih sering dipilih karena sebagian besar wilayahnya berupa hutan hujan tropis yang lebat. Ibukotanya bahkan tidak memiliki jalan penghubung ke kota kota besar lainnya disana.
Sejarah
Pelaut Portugis dipercaya sebagai yang pertama yang menemukan daratan Papua Nugini. Namanya sendiri "New Guinea" diberikan setelah negara Guinea di Afrika.
Di tahun 1884, Papua Nugini dibagi menjadi dua, satu untuk Inggris dan satunya lagi untuk Jerman. Selama Perang Dunia Kedua, sebagian wilayah Papua Nugini dikuasai oleh Jepang pada tahun 1942.
Papua Nugini baru merdeka dari Australia pada tahun 1975.
Penduduk
Penduduk asli menetap di sana hampir 50.000 tahun yang lalu dan ada bukti terdapat kegiatan perkebunan sekitar sembilan ribu tahun yang lalu.
Kepala negara Papua Nugini adalah monarki Inggris.
Mayoritas penduduknya beragama Kristen.
Jumlah penduduk yang tinggal di perkotaan hanyalah sekitar 18%.
Hepatitis, demam, dan malaria adalah penyakit yang banyak diderita. Dilaporkan 0.6% atau sebanyak 60.000 orang terjangkit HIV.
Jumlah penduduk yang bisa akses ke air bersih hanya sekitar 39% dan yang bisa akses ke sanitasi yang sehat hanyalah 44%.
Rentang hidup rata-rata di sini adalah 64,01 tahun (2017).
Banyak wanita yang meninggal saat melahirkan (300 tiap 100.000 kelahiran) dan estimasi sebanyak 48 dari 1000 bayi meninggal sebelum dilahirkan.
| Home | Cara Membeli | Contact Us | About Us | Sitemap | BanSos |