Fakta Tentang Google Earth & Street View
Sebuah hutan hujan di sekitar Mount Mabu, di Afrika, dijuluki "Google Forest" setelah penemuannya oleh layanan pemetaan Google tersebut.

Teknologi Google Map secara otomatis memburamkan wajah dan plat mobil untuk melindungi privasi orang.
Namun ada beberapa kejadian yang diambil gambarnya pernah lolos akan sensor keamanan Google Street View tersebut, salah satunya adalah seorang wanita telanjang yang sedang berdiri di depan rumah di Miami sambil membawa botol minuman.

Google menggunakan ponsel Anda untuk mengumpulkan data lalu lintas buat Google Maps.
Aplikasi Google Maps di perangkat berbasis Android juga dapat digunakan secara offline.
Seorang peneliti arkeologi bernama Angela Micol, berhasil menemukan beberapa piramida Mesir yang hilang menggunakan Google Earth.

Banyak bangkai kapal bawah laut, termasuk Titanic, dapat dilihat dari Google Earth.
Ada lambang Bintang Daud yg terdapat di atas atap bandara terbesar Iran, selama 30 tahun sebelum ditemukannya oleh Google Earth.

Pemerintah Bahrain telah ban Google Earth karena layanan tersebut memperlihatkan warga Bahrain pada lahan yang sangat luas milik kerajaan dan istana mereka bersampingan dengan desa-desa Syiah yg miskin dan penuh sesak.

Google Maps hampir mengakibatkan perang antara Nicaragua dan Costa Rica.
Ada beberapa wilayah yang masih tidak terjangkau oleh Google Maps, seperti Korea Utara.
Dijuluki "Badlands Guardian" oleh penduduk setempat, keajaiban geologi ini (koordinat Google Earth 50,010083, -110,113006) di Alberta, Kanada, mengalami kemiripan dengan kepala manusia mengenakan topi ala suku Indian - dan memakai earphone di telinganya. Tentu saja, The Guardian ini dibentuk secara alami.

Sebuah foto misterius juga berhasil ditangkap melalui satelit Google Earth, yang dipercayai banyak orang bahwa gambar tersebut adalah monster Loch Ness, makhluk laut yang selama ini melegenda di wilayah tersebut.

Selain Loch Ness, terdapat juga gambar foto misterius yang tertangkap Google Earth pada 30 Januari jam 11.30 siang, yaitu seperti jejak ayunan di perairan yang seperti diakibatkan oleh makhluk laut yang amat besar di Teluk Oke, Selandia Baru. Seorang teknisi bernama Pita Witehira menemukan foto itu melalui satelit Google Earth.

Foto foto satelit lain juga tidak kalah mengejutkan, diantaranya adalah gambar yang sempet diperhatikan oleh Fiona Powell dan dipercayai sebagai hantu pria di sebuah desa yang telah digusur agar dijadikan lapangan terbang di daerah Gloucestershire Selatan, Inggris.

Penampakan aneh juga muncul dari Irak, di luar kota Sadr, jika mengetikkan koordinat 33.396157° utara, 44.486926° barat, anda akan melihat sebuah danau ‘berdarah’, yaitu danau dengan warna merah, dan danau di sebelahnya berwarna hijau. Sejauh ini belum ada penjelasan resmi mengapa danau tersebut bisa menunjukkan warna merah. Banyak orang berpendapat bahwa polusi-air, atau banyak yang membuang darah ternak potongnya sembarangan sehingga menjadikan danau ini berwarna merah.

| Home | Cara Membeli | Contact Us | About Us | Sitemap | BanSos |

