Fakta Tentang Manado
Kota Manado (seringkali disebut sebagai Menado) adalah ibu kota dari provinsi Sulawesi Utara. Kota ini berada di tepi pantai Laut Sulawesi persisnya di Teluk Manado. Luas wilayah daratan adalah 15.726 hektare dan merupakan kota terbesar di Sulawesi Utara.

Beberapa etnis besar dari Sulawesi Utara mendiami Kota Manado, diantaranya Minahasa, Sangihe-Talaud, dan Bolaang Mongondow. Suku Minahasa merupakan suku bangsa terbesar di provinsi Sulawesi Utara. Dan suku Minahasa juga terbagi atas beberapa subsuku seperti Tombulu, Tontemboan, Tonsea, Toulour, Ponosakan, Tonsawang, Pasan, Bantik. Penduduk asli Manado adalah subsuku Tombulu.
Terdapat patung Yesus terbesar ke-2 di Asia, dan terbesar ke-4 di dunia. Tinggi monumen ini 50 m dari permukaan tanah (tinggi patungnya itu sendiri 30 meter sedangkan tinggi penopangnya 20 meter). Letaknya ada di bukit tertinggi di daerah perumahan Citraland Manado.

Bahasa yang digunakan sehari-hari disebut sebagai bahasa Melayu Manado (Bahasa Manado), bahasanya menyerupai bahasa Indonesia namun dengan logat yang khas dan unik. Beberapa kata dalam dialek Manado berasal dari bahasa Portugis, bahasa Belanda dan bahasa asing lainnya.
Ada berbagai tempat wisata di Manado yang wajib anda kunjungi jika berada di kota yang terkenal akan kecantikan wanitanya. Primadona pariwisata kota tersebut, bahkan Provinsi Sulawesi Utara ialah Taman Laut Bunaken. Selain sering disebut sebagai salah satu taman laut terindah di dunia, tempat wisata ini juga merupakan salah satu dari sejumlah kawasan konservasi alam atau taman nasional di Indonesia.

Selain menyimpan sejuta biota laut yang menakjubkan di bawah Taman Laut Bunaken, ternyata Sulawesi Utara masih memiliki harta alam lainnya yakni primata terkecil di dunia – tarsius (Tarsius spectrum) atau dikenal juga dengan nama tangkasi. Primata mungil ini hanya memiliki panjang 10-15 cm dengan berat 80 gram.

Menorah non-Hanukkah bercabang 7 terbesar di dunia juga berada di Manado. Tugu setinggi 62 kaki (19 meter) ini terletak di atas bukit Gunung Klabat di Kabupaten Minahasa Utara.

Orang Manado dikenal gemar mabuk. Slogan "Brenti jo Bagate" hanya akan kita jumpai di Manado. Spanduk-spanduk (dan baliho) yang mengajak supaya 'brenti jo bagate' (berhenti meminum minuman keras) bisa dilihat bertaburan disana. Cap tikus merupakan minuman keras paling digemari di Manado dan Minahasa. Minuman dengan kadar alkohol bisa sampai 70% ini telah menjadi daya tarik tersendiri bagi turis yang berada ke Manado.
Manado juga mencatat 4 hal rekor dunia pada tanggal 31 Oktober 2009, yaitu pagelaran massal musik kolintang (1,223 peserta), pagelaran massal musik bambu (3,011 peserta), instrumen musik terompet terbesar, dan instrumen musik kolintang terbesar. Sebelumnya, Luci Sinigagliesi (juri GWR asal Inggris) juga pernah datang untuk mencatat pemecahan rekor dunia untuk penyelaman dengan peserta terbanyak dan upacara di bawah laut pada Agustus 2009.

| Home | Cara Membeli | Contact Us | About Us | Sitemap | BanSos |

