Fakta Tentang Tangerang
Kota Tangerang terletak di Provinsi Banten, tepat di sebelah barat kota Jakarta. Kota ini berbatasan dengan Kabupaten Tangerang di sebelah barat dan utara, Kota Tangerang Selatan di sebelah selatan, serta Jakarta di sebelah timur.

Tangerang juga merupakan kota terbesar dan terpenting di Provinsi Banten, dan kota terbesar ketiga di kawasan Jabodetabek setelah Jakarta dan Bekasi.
Luas kota Tangerang 164.54 km2.
Dahulu merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Tangerang namun statusnya ditingkatkan menjadi kota administratif, sebelum akhirnya ditetapkan sebagai kotamadya pada tangggal 28 Februari 1993. Di tahun 2001, sebutan “kotamadya” diganti dengan “kota”.
Tangerang adalah pusat manufaktur dan industri di pulau Jawa, yang memiliki lebih dari 1000 pabrik. Banyak pabrik pabrik di kota ini dimiliki oleh perusahaan-perusahaan internasional.
Tangerang bisa dibilang merupakan pintu gerbang utama Indonesia. Ini dikarenakan bahwa keberadaan Bandara Internasional Soekarno Hatta berada di wilayah Kota Tangerang.

Tangerang juga dikenal dengan sebutan kota “Benteng”. Hal ini berawal dari didirikannya sebuah benteng oleh VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) yang letaknya di sebelah timur Sungai Cisadane. Benteng Belanda ini didirikan untuk mencegah direbutnya kembali Tangerang dari tangan VOC.
Benteng ini juga dikenal dengan sebutan Benteng Makassar karena kebanyakan dari para serdadu penjaganya adalah orang Bone (yang dianggap oleh penduduk setempat sama dengan Makasar). Sekarang, benteng tersebut sudah tidak ada lagi.
Nama “Cina Benteng” sering kita dengar, nama tersebut sebenarnya mengacu kepada masyarakat keturunan Tionghoa yang tinggal di daerah Tangerang.
Kehadiran warga China di Tangerang sebenarnya sudah ada jauh sebelum Belanda datang ke Indonesia. Tahun 1407, sebuah perahu dari Tiongkok memuat sekira 100 orang terdampar di muara Sungai Cisadane. Dalam perahu itu ada gadis dengan rupa cantik. Pada saat itu wilayah tersebut dikuasai oleh Sanghyang Anggalarang dari Kerajaan Pajajaran. Dan gadis cantik tersebut dipersunting olehnya dengan kompensasi 9 bidang tanah. Sejak saat itulah muncul peranakan China di kawasan tersebut. Lalu mengapa Cina Benteng sebutannya? Karena letak pemukiman ini berada di dekat sebuah benteng Belanda.
Pusat jajanan rakyat yang cukup dikenal dan disukai oleh warga Kota Tangerang adalah pasar lama. Di sekitar kawasan pecinan ini berjamur segala jenis dagangan makanan yang ramai dikunjungi. Jadi bagi yang ingin berwisata kuliner bisa menelusuri jl Ki Samaun terutama pada malam hari.


Sungai Cisadane sejak lama sudah menjadi andalan dan sumber penghasilan bagi warga Tangerang. Sungai ini juga merupakan salah satu sungai terpanjang dan terbesar di pulau Jawa. Aliran sungai Cisadane berasal dari anak anak sungai yang berhulu di lereng gunung Pangrango dan gunung Salak di Bogor. Aliran sungai Cisadane, dari lereng gunung memasuki wilayah Bogor dan melintasi kota Tangerang dan kemudian bermuara di Tanjung Burung sebelum berakhir di laut Jawa.

Masjid Raya Al A’zhom adalah masjid kebanggaan warga kota Tangerang. Ciri khas dari masjid ini adalah memiliki lima kubah besar dengan desainnya yang unik. Karena keunikan dan kemegahannya menjadikan masjid ini salah satu landmark kota Tangerang. Masjid terbesar di Kota Tangerang ini memiliki kubah masjid terbesar di dunia.

Masjid berkubah raksasa ini tidak memiliki tiang penyangga, kubah induk yang diatas ditopang oleh 4 kubah berbentuk setengah lingkaran yang ada dibawahnya. Lima kubah tersebut melambangkan 5 rukun Islam dan sholat 5 waktu. Masjid ini berlokasi di pusat pemerintahan Kota Tangerang, di depan Kantor DPRD Kota Tangerang dan kantor Wali Kota Tangerang. Disamping mesjid tersebut adalah kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang.
| Home | Cara Membeli | Contact Us | About Us | Sitemap | BanSos |

