Fakta Tentang Jakarta
Jakarta merupakan kota terbesar di Indonesia, kota terbesar di Asia Tenggara, dan kota keenam terbesar di dunia.
Selain merupakan ibu kota negara, Jakarta juga satu-satunya kota yang memiliki status setingkat provinsi di Indonesia.
Jakarta memiliki luas sekitar 661,52 km².
Jakarta juga merupakan salah satu kota terpadat di dunia.
Wilayah metropolitan Jakarta (Jabotabek) merupakan metropolitan urutan kedua terbesar di dunia dan yang terbesar di Asia Tenggara.

Terletak di bagian barat laut Pulau Jawa, Jakarta memiliki julukan J-Town di dunia internasional.
Sebelum 1527, Jakarta dikenal dengan nama Sunda Kelapa, Jayakarta (1527 – 1619), Jaccatra atau Batauia/Batavia (1619 – 1942), Jakarta Toko Betsu Shi (1942 – 1945), kemudian Djakarta (1945 – 1972).
Saat ini, Jakarta juga merupakan salah satu kota dengan tingkat pertumbuhan harga properti mewah tertinggi dan sekaligus salah satu kota dengan pertumbuhan pencakar langit tercepat di dunia.
Banyak yang mengira bahwa maskot Jakarta adalah Monas, banyak juga yang bilank "Ondel-Ondel". Tidak banyak yang tau bahwa maskot kota Jakarta yang sebenarnya adalah Elang Bondol dan Salak Condet – Salak Condet merupakan buah asli yang tumbuh di kawasan Condet Jakarta, sedangkan elang bondol sering terlihat di langit kota ini ketika Jakarta dahulu masih memiliki pepohonan yang rimbun dan hamparan tanah lapang.
Selain tertera pada badan bus Transjakarta, maskot ini dapat juga ditemui dalam bentuk tugu di perbatasan provinsi Jakarta dengan Banten atau dengan Jawa Barat.
Ketika ditanya apa yang terdapat diatas Monas (Monumen Nasional) yang berlokasi di seberang Istana Negara? pasti banyak yang menjawab "lidah api emas". Namun tidak banyak yang tau juga bahwa pada salah satu sisi lidah api emas tersebut terlihat seperti sosok 'wanita misterius'. Jika Anda melihatnya dari arah kantor Presiden Republik Indonesia, lidah api Monas bisa terlihat seperti sosok wanita dengan sebagian rambutnya tersanggul di bagian atas dan tergerai panjang di sisi samping. Wanita ini seperti sedang bersimpuh dengan wajah tertunduk dan tidak ada yang tau secara pasti siapakah wanita tersebut.

Bangsa Portugis merupakan Bangsa Eropa pertama yang datang ke Jakarta.
Suku Betawi, selain dikenal sebagai penduduk asli Jakarta, juga pernah merupakan etnis mayoritas di Jakarta. Namun jumlahnya lama kelamaan terus menurun dikarenakan adanya program pembangunan yang besar di ibukota dan banyak sekali dari mereka yang pindah ke pinggiran kota seperti Bekasi, Depok dan Tangerang. Menurut data sensus tahun 2000, suku Jawa lebih banyak ketimbang Betawi.
Terdapat 13 sungai yang membelah wilayah Jakarta, sayangnya sungai-sungai tersebut dihiasi dengan banyak sampah sehingga sangat mengurangi keindahan kota Jakarta.
WHO menetapkan Jakarta sebagai kota ketiga terjorok di dunia setelah kota Meksiko dan Bangkok di Thailand dengan tingkat polusi yang sangat buruk.
Fakta di tahun 2010 mengatakan bahwa jumlah kendaran di Jakarta lebih banyak dari jumlah penduduknya. Berbicara soal kendaraan, Jakarta adalah sarang roda dua.
Pada tahun 1621, Batavia (Jakarta) untuk pertama kalinya mengalami banjir besar.

Usaha pengendalian banjir di Jakarta sebenarnya sudah ada sejak tahun 1500an pada era Kerajaan Tarumanagara. Hal ini diyakinkan karena penemuan prasasti tugu di Kampung Tugu, Jakarta Utara, yang isinya menerangkan penggalian Sungai Candrabaga oleh Rajadirajaguru dan juga penggalian Sungai Gomati oleh Purnawarman sebagai gagasan untuk menghindari bencana alam banjir yang sering terjadi di masa pemerintahan Purnawarman.
Jakarta masih memiliki hutan, yaitu Hutan Kota Tebet di Jakarta Selatan, Hutan Muara Angke di pesisir utara Jakarta, dan Hutan Srengseng yang berlokasi di Jakarta Barat.
Jakarta merupakan kota dengan mall terbanyak di dunia. Jumlahnya pusat belanja yang ada di kota ini mencapai lebih dari 170.

Jakarta menempati peringkat ke-17 dari 40 kota dengan gedung pencakar langit terbanyak di dunia.
Jakarta adalah kota yang indah, sayangnya, juga merupakan salah satu kota dengan tingkat kemacetan paling tinggi, terutama di saat-saat jam berangkat dan pulang kerja.
| Home | Cara Membeli | Contact Us | About Us | Sitemap | BanSos |

