Fakta Tentang Tanaman Coca/ Koka
Coca merupakan sebuah tanaman. Tanaman ini juga merupakan sumber kokain, obat ilegal yang digunakan melalui nasal, disuntikkan, atau dihirup untuk efek-efek yang mengubah pikiran.

Meskipun masalah keamanan dan ilegalitas, daun koka masih digunakan untuk membuat obat. Orang-orang mengunyah daun koka untuk menghilangkan rasa lapar dan kelelahan serta meningkatkan kinerja fisik. Ekstrak coca digunakan untuk merangsang fungsi perut, menyebabkan sedasi, dan mengobati asma, pilek, dan penyakit lainnya.
Dalam manufakturing, coca diekstrak dengan menyingkirkan semua kandungan kokain sebelum digunakan untuk membumbui minuman Coke dan produk makanan lainnya.
Coca adalah semak tropis yang berasal dari keluarga coca. Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan. Hari ini, tanaman ini banyak dibudidayakan di Afrika, bagian utara Amerika Selatan dan Asia Tenggara. Coca adalah tanaman tahunan yang dapat bertahan 20 hingga 30 tahun di alam liar.

Coca lebih suka lereng bukit dan tumbuh subur di daerah yang panas dan kering di tanah yang gembur dan subur. Orang mengolah koka karena daunnya adalah sumber alkaloid psikoaktif.
Coca tumbuh dalam bentuk semak yang dapat mencapai 7 hingga 10 kaki tingginya. Tanaman ini menghasilkan banyak cabang lurus. Coca menghasilkan daun oval yang tipis berwarna hijau terang, yang disusun secara spiral di cabang-cabangnya. Bunganya kecil berwarna putih kekuningan yang ngumpul membentuk kelompok kecil di tangkai berbunga yang pendek. Bunganya mengandung kedua jenis organ reproduksi (bunga sempurna). Buah coca adalah buah beri merah yang berisi banyak biji.

Coca menyebar melalui biji dan stek batang. Burung memakan buah beri merah dan menyingkirkan biji yang tidak tercerna melalui kotoran mereka(mereka memfasilitasi penyebaran biji tanaman ini di alam liar).
Daun coca adalah sumber kaya vitamin A, B2 dan E dan mineral seperti kalsium (mengandung lebih banyak kalsium daripada susu), zat besi dan fosfor. Daun coca juga merupakan sumber protein yang sangat baik.
Daun koka memiliki rasa yang unik dan tajam dan mereka menghasilkan sensasi hangat di mulut. Mereka digunakan untuk pembuatan teh, granola bar, permen dan kue di wilayah Andean.
Ahli kimia Angelo Mariana menciptakan anggur manis yang dikenal sebagai Vin Mariani selama tahun 1864 dengan menggunakan ekstrak daun koka. Anggur ini sangat populer di kalangan selebriti seperti Ratu Victoria, Paus Leo XIII, Alexander Dumas, Thomas Edison, dan Jules Verne.
Salah satu minuman paling terkenal di dunia, "Coca-Cola", terbuat dari daun koka yang bebas-kokain. Resep asli (dibuat tahun 1886) berisi "pinch of coca leaves". Coca-Cola langsung memperoleh popularitas karena efeknya yang menyegarkan dan menstimulasi.
Daun Coca memainkan peran penting dalam ritual spiritual dan agama Inca kuno. Columbia adalah produsen coca (dan kokain) terbesar di dunia.
Daun coca dapat dikunyah, dihisap (dibungkus dalam bentuk rokok) atau dikonsumsi dalam bentuk teh.
Daun koka dapat mencegah perkembangan beberapa jenis gangguan kardiovaskular, kanker usus besar dan karies gigi. Daun ini juga berguna dalam pengobatan depresi, hipertensi, diabetes, obesitas dan bronkitis.
Daun koka mengandung 14 jenis alkaloid yang berbeda. Yang paling terkenal, benzoylmethylecgonine alkaloid, digunakan untuk pembuatan kokain, zat psikoaktif yang menghasilkan efek euforia.
| Home | Cara Membeli | Contact Us | About Us | Sitemap | BanSos |

