Fakta Tentang Susu
Susu sapi pertama kali diminum oleh manusia 10.000 tahun yang lalu di tempat yang sekarang bernama Afghanistan dan Iran.

Sumber susu dan produk susu meliputi kambing, unta, domba, sapi, dan lain-lain. "Susu alternatif" meliputi santan, susu almond, susu kedelai, dan susu rami.
Sembilan nutrisi penting yang ditemukan dalam susu adalah kalsium, potasium, fosfor, protein, vitamin A, vitamin D, vitamin B12, riboflavin, dan niasin. Masing-masing nutrisi ini merupakan bahan utama susu, dan semuanya bekerja sama untuk menjaga tubuh tetap sehat.
Sapi menghasilkan 90% dari susu dunia.
Tidak ada spesies di planet ini yang mengkonsumsi susu di masa dewasa mereka atau mengkonsumsi susu dari spesies lain, kecuali manusia.
Tipe Jenis Susu
Di toko atau market, ada beberapa jenis susu yang dapat dipilih: Susu bebas lemak, susu rendah lemak (1%), susu rendah lemak (2%), dan susu murni (whole milk). Persentase yang dicantumkan disamping nama susu menunjukkan berapa banyak lemak dalam susu dalam berat.
Susu murni adalah susu yang mengandung lemak susu hanya sekitar 3,5% dan merupakan susu yang paling mendekati susu yang langsung dari sapinya sebelum kemudian diolah. Dengan kata lain, susu dengan kadar lemak yang belum diubah-ubah.
Semua jenis susu ini mengandung sembilan nutrisi penting yang ditemukan dalam susu murni namun lebih sedikit lemak. Pemerintah Amerika Serikat menetapkan standar minimum untuk susu yang diproduksi dan dijual. Susu yang dikurangi lemaknya harus memiliki semua nutrisi dari susu full fat; Tidak boleh ada air yang ditambahkan ke jenis susu ini.
Hanya tingkat lemak dalam susu yang mengubah total kalori. Satu cangkir susu non-lemak memiliki sekitar 90 kalori dan 0 gram lemak. Sedangkan secangkir susu murni memiliki sekitar 145 kalori dan 8 gram lemak. Semua nutrisi penting lainnya - kalsium, potasium, vitamin D dan lainnya -a dalah sama.
Lemak dalam susu sebenarnya adalah krim - inilah alasan mengapa disebut juga dengan susu full cream. Susu skim adalah susu yang krimnya telah disingkirkan.

Proses Pembuatan Susu
Sebagian besar susu diproses sebelum Anda membelinya di toko. Tiga langkah utama meliputi: pasteurisasi, homogenisasi dan fortifikasi.
Pasteurisasi memanaskan susu untuk menghancurkan mikroorganisme berbahaya dan memperpanjang umur penyimpanan. Pasteurisasi normal membuat susu lebih aman sambil mempertahankan nutrisi berharga. Susu ultra-tinggi (UHT) dipasteurisasi pada suhu yang jauh lebih tinggi agar steril. Susu UHT kemudian dikemas ke dalam wadah khusus yang menyimpannya dengan aman tanpa memerlukan pendinginan.
Setelah pasteurisasi, susu melalui proses homogenisasi untuk mencegah pemisahan lemak susu dari cairan susu. Homogenisasi menciptakan tekstur yang halus dan seragam.
Akhirnya, susu diperkaya untuk meningkatkan nilai nutrisinya atau untuk mengganti nutrisi yang hilang selama pemrosesan. Vitamin D ditambahkan ke sebagian besar susu yang diproduksi di Amerika Serikat untuk memudahkan penyerapan kalsium. Vitamin A sering ditambahkan ke susu rendah lemak dan bebas lemak.
Perbedaan Susu Evaporasi dan Susu Kental Manis
Susu evaporasi (evaporated milk) hanyalah susu segar biasa yang kandungan airnya sekitar 60% telah dikeluarkan, hasilnya adalah cairan kental. Setelah air dikeluarkan, cairan yang tersisa didinginkan, disterilkan pada suhu tinggi (sekitar 240 ° F) sebelum kemudian dikalengkan. Vitamin D juga biasanya ditambahkan untuk meningkatkan nilai gizi susu evaporated.
Proses pemanasan memberi susu evaporasi warna yang lebih gelap. Susu evaporated dijual dalam kaleng dan tidak perlu didinginkan karena proses sterilisasi dan pengalengan. Susu evaporasi memiliki umur simpan lebih dari setahun, jika tidak mengandung tambahan lemak dan gula. Susu evaporasi biasanya tersedia dalam versi susu murni, susu rendah lemak dan susu bebas lemak.
Ketika gula ditambahkan ke dalam susu evaporasi, maka namanya berubah menjadi susu kental manis (condensed milk). Kandungan gula pada susu kental manis berkisar antara 40-45%. Dalam bahasa Inggris, susu kental manis adalah condensed milk, atau sweetened condensed milk (keduanya artinya sama).
Patah Tulang dan Kematian
Kita sering diberitahu bahwa susu memiliki banyak manfaat, membuat kita sehat dan membantu tulang kita tumbuh kuat. Anehnya, menurut banyak artikel, susu telah dikaitkan dengan banyak masalah kesehatan seperti kanker, autisme dan skizofrenia, diabetes, dan banyak kelainan autoimun.
Negara dengan konsumsi susu tertinggi, memiliki tingkat osteoporosis tertinggi.
Pabrik susu dan peternakan menyumbang sejumlah besar emisi CO2, konsumsi air, degradasi lahan, dan kontaminasi air.
75% orang di planet ini adalah intoleran laktosa dan tidak mengkonsumsi susu sama sekali.

Menurut sebuah studi kohort pengamatan di Swedia, wanita yang mengonsumsi kurang dari satu gelas susu sehari memiliki hampir separuh kematiannya selama 20 tahun dibandingkan wanita yang mengkonsumsi lebih dari 3 gelas susu setiap hari.
Peminum susu yang tinggi juga tidak memiliki kesehatan tulang yang lebih baik, malah mereka ditemukan memiliki lebih banyak patah tulang, terutama pada bagian pinggul. Studi ini juga mengatakan bahwa produk susu fermentasi (yogurt dan keju) ternyata bisa menurunkan jumlah fraktur dan mortalitas secara signifikan di antara wanita tersebut.
Para periset juga menjelaskan bahwa efek negatif yang diberikan susu tersebut dikarenakan oleh D-galaktosa, produk pemecahan laktosa yang telah terbukti pro-inflamasi. Susu memiliki lebih banyak D-galaktosa daripada keju atau yogurt.
Faktanya, di negara-negara dengan beberapa asupan kalsium paling rendah, sekitar 300mg per hari, seperti Jepang, India, dan Peru, patah tulang lebih rendah daripada di AS.
| Home | Cara Membeli | Contact Us | About Us | Sitemap | BanSos |

