Kebakaran Hutan Terbesar di Dunia
Jika diukur berdasarkan luas area yang hangus:
Kebakaran Taiga Siberia, Rusia (2003): Terjadi pada tahun 2003. Ini memegang rekor sebagai kebakaran hutan terbesar yang tercatat dalam sejarah modern, menghanguskan sekitar 22,2 juta hektar lahan vegetasi dan hutan boreal.
Kebakaran Hutan Australia / Black Summer (2019–2020): Terjadi mulai Juni 2019 hingga Maret 2020. Menghanguskan sekitar 18–24 juta hektar lahan, menghancurkan ribuan rumah, serta menewaskan atau memindahkan lebih dari 3 miliar ekor satwa liar.

Kebakaran Hutan Terbesar di Indonesia
Kebakaran Hutan dan Lahan (1997–1998): Terjadi pada pertengahan 1997 hingga 1998. Dipicu oleh fenomena kekeringan ekstrem El Niño dan praktik pembukaan lahan, kebakaran di Sumatra dan Kalimantan ini menghanguskan lebih dari 9,7 hingga 19,7 juta hektar lahan. Bencana ini menimbulkan krisis kabut asap hebat yang meluas hingga ke negara-negara tetangga Asia Tenggara.
Kebakaran Perkotaan / Pemukiman Paling Bersejarah
Jika mengacu pada sejarah perkotaan (non-hutan):
Kebakaran Peshtigo, AS (8 Oktober 1871): Kebakaran hutan dan pemukiman paling mematikan dalam sejarah Amerika Serikat, terjadi pada hari yang sama dengan Great Chicago Fire. Menghanguskan lahan seluas 490.000 hektar dan menelan korban jiwa antara 1.200–2.500 orang.

Kebakaran Besar London (Great Fire of London): Terjadi pada 2–5 September 1666. Menghancurkan lebih dari 13.000 rumah dan membuat sekitar 100.000 warga London kehilangan tempat tinggal.
Bandung Lautan Api (23 Maret 1946): Di Indonesia, ini merupakan peristiwa pembumihandusan sengaja terbesar demi strategi militer, di mana sekitar 200.000 penduduk membakar rumah dan kawasan selatan kota Bandung dalam kurun waktu 7 jam.
Kebakaran Yang Paling Mematikan
Kebakaran Hutan/Alam Paling Mematikan
Kebakaran Peshtigo (Peshtigo Fire), AS – 8 Oktober 1871. Korban jiwa: Ditemukan sekitar 1.500 hingga 2.500 orang tewas.
Catatan: Terjadi di Wisconsin, AS, pada hari yang sama dengan Great Chicago Fire. Gelombang panas dan angin kencang menciptakan firestorm (badai api) yang menyapu kota Peshtigo dan belasan desa di sekitarnya dalam hitungan jam.
Bencana Kebakaran Akibat Gempa Bumi
Kebakaran Besar Kanto (Great Kanto Firestorm), Jepang – 1 September 1923
Korban jiwa: Lebih dari 100.000 hingga 140.000 orang tewas.
Catatan: Kebakaran ini dipicu oleh Gempa Bumi Besar Kanto bermagnitudo 7,9. Karena gempa terjadi saat makan siang, kompor dapur warga memicu ribuan titik api yang dengan cepat menyatu menjadi badai api raksasa di Tokyo dan Yokohama.
Kesimpulan:
Kebakaran Besar Kanto (1923) di Jepang memegang rekor sebagai bencana kebakaran paling mematikan dalam sejarah manusia akibat gabungan gempa dan badai api perkotaan. Sedangkan untuk kategori kebakaran hutan purba/murni, Kebakaran Peshtigo (1871) adalah yang paling banyak menelan korban.
Kebakaran Paling Mematikan di Indonesia
Kebakaran Pasar Turi, Surabaya (26 Juli 2007) & Kebakaran Pabrik Kembang Api, Tangerang (26 Oktober 2017)
Untuk kategori industri/bangunan di Indonesia, tragedi Pabrik Kembang Api di Kosambi, Tangerang (2017) merupakan salah satu yang paling mematikan di era modern, menewaskan 47 pekerja akibat ledakan dan pintu darurat yang terkunci.

Kebakaran Paling Banyak Ditonton?
Kebakaran Los Angeles pada Januari 2025 (khususnya Palisades Fire dan Eaton Fire) memang mencatatkan rekor penonton lokal dan menjadi salah satu bencana alam yang paling masif disaksikan secara live broadcast dan live stream dalam sejarah media modern.
Salah satu faktor yang membuat kejadian ini banyak ditonton ialah lokasi tersebut berada di pusat media global dan pemukiman tokoh terkenal. Kebakaran ini melahap kawasan Pacific Palisades, Malibu, hingga Altadena. Karena lokasi ini dekat dengan Hollywood dan dihuni banyak figur publik/selebritas, perhatian media internasional serta liputan visual dari helikopter berita disiarkan secara terus-menerus (non-stop) ke seluruh dunia.

Negara mana yang tidak pernah mengalami kebakaran?
Secara harfiah, tidak ada satu pun negara yang sepenuhnya terbebas dari kebakaran. Setiap wilayah berdaulat di dunia pernah mengalami setidaknya satu jenis kebakaran, baik itu insiden kebakaran bangunan (urban fire) maupun kebakaran vegetasi/hutan (wildfire).
Negara Tanpa Kebakaran Hutan (Wildfire)
Beberapa mikronegara (microstates) atau negara kepulauan mikro secara praktis hampir tidak pernah mengalami kebakaran hutan karena mereka tidak memiliki hutan sama sekali:
Monako & Vatikan: Memiliki cakupan hutan 0%. Wilayahnya seluruhnya terdiri dari pemukiman perkotaan dan taman kota buatan.
Nauru, Qatar, dan Bahrain: Memiliki lanskap berupa gurun batu, gundukan pasir, atau lahan gundul dengan tingkat vegetasi mendekati 0%.
Meskipun begitu, negara-negara ini tetap pernah mengalami kebakaran skala perkotaan (seperti kebakaran rumah, gedung, atau fasilitas industri).
Wilayah dengan Risiko Kebakaran Alami Paling Rendah
Jika mengacu pada risiko alami kebakaran vegetasi/hutan:
Antartika: Meskipun bukan sebuah negara (melainkan benua yang dikelola di bawah Perjanjian Antartika), wilayah ini sepenuhnya tertutup es dan tidak memiliki vegetasi pembakar, sehingga mustahil terjadi kebakaran hutan alami.
Islandia dan Greenland: Memiliki suhu yang dingin, kelembapan tinggi, dan cakupan hutan yang amat sedikit (dibawah 1%). Risiko kebakaran hutan alaminya sangat rendah, meskipun insiden kecil akibat kelalaian manusia tetap bisa terjadi.
Kesimpulan: Tidak ada negara yang 100% bebas dari semua jenis kebakaran. Kebakaran akibat kelalaian manusia (listrik, kecelakaan dapur, atau industri) terjadi di seluruh negara di dunia.