Kotaknya Bukan Warna Hitam
Kotak hitam hanyalah namanya saja tetapi bukan hitam melainkan memiliki warna yang sama dengan Jembatan Golden Gate di San Francisco ... kurang-lebih. Warnanya dikenal sebagai warna "international orange (oranye internasional)", yang merupakan satu set tiga warna yang digunakan dalam kedirgantaraan dan teknik untuk membedakan benda-benda dari sekitarnya. Oranye Jembatan Golden Gate memiliki warna yang lebih gelap, sementara warna oranye internasional yang digunakan untuk kotak hitam jauh lebih terang. Menurut para ahli, warna ini dipilih karena memudahkan para pencarian untuk menemukan lokasi kotak hitam tersebut pasca-kecelakaan.

Kotak Hitam Terdiri Dari Dua Bagian
"Kotak hitam" terdiri dari dua bagian peralatan terpisah: perekam data penerbangan atau flight data recorder (FDR) dan perekam suara kokpit atau cockpit voice recorder (CVR). Mereka diwajibkan ada pada penerbangan komersial atau jet perusahaan, dan biasanya disimpan di ekor pesawat terbang, di mana mereka lebih cenderung selamat dari kecelakaan. FDR merekam hal-hal seperti kecepatan udara, ketinggian, akselerasi vertikal, aliran bahan bakar, dll. Model lama menggunakan kawat string untuk menyandikan data; sekarang mereka menggunakan semacam papan memori solid-state. Perekam solid-state ini dalam pesawat besar dapat melacak lebih dari 700 parameter.

Data dari CVR dan FDR disimpan di papan memori (memory board) yang ditumpuk di dalam CSMU atau crash-survivable memory unit (unit memori yang dirancang untuk bertahan dari kecelakaan).
Apa Yang Terdengar di Kokpit Semuanya Terekam
Bisa terdapat hingga empat mikrofon yang dipasang di kokpit pesawat, masing-masing terhubung ke perekam suara kokpit (CVR). Mikrofon mengirim audio ke CVR, yang mendigitalkan dan menyimpan sinyal. Di kokpit, ada juga alat yang disebut associated control unit, yang menyediakan pra-amplifikasi untuk audio yang masuk ke CVR. Keempat mikrofon ditempatkan di headset pilot, headset co-pilot, headset anggota kru ketiga (jika ada anggota kru ketiga) dan dekat pusat kokpit, untuk mengambil peringatan audio dan suara lainnya.

Kebanyakan CVR magnetic-tape (model lama) menyimpan 30 menit terakhir suara kokpit. Mereka menggunakan satu putaran rekaman loop nonstop yang menyelesaikan satu putaran setiap 30 menit. Saat material baru direkam, material lama tergantikan (tertimpa). CVR yang menggunakan penyimpanan solid-state (model baru) dapat merekam dua jam audio. Serupa dengan perekam pita-magnetik, perekam solid-state juga memiliki cara merekam yang sama - material baru terekam menggantikan yang lama.
Kotak Hitam Diciptakan Oleh Orang Australia
Ayah David Warren sendiri tewas dalam kecelakaan pesawat Bass Strait pada tahun 1934, ketika David baru berusia sembilan tahun. Pada awal 1950-an, Dr Warren memiliki ide untuk menciptakan sebuah unit yang dapat merekam data penerbangan dan percakapan kokpit, yang dapat membantu para analis menyelidiki apa penyebab kecelakaan. Dia menulis memo untuk Pusat Penelitian Aeronautika di Melbourne yang disebut "A Device for Assisting Investigation into Aircraft Accidents", dan pada tahun 1956 menghasilkan prototipe perekam penerbangan yang disebut "ARL Flight Memory Unit". Penemuannya tidak mendapat banyak perhatian sampai lima tahun kemudian, dan unit itu akhirnya diproduksi di Inggris dan Amerika Serikat. Namun, Australia adalah negara pertama yang menjadikan teknologi itu wajib terpasang.
Para Ahli Tidak Menyebutnya "Kotak Hitam"
Istilah "kotak hitam" disukai oleh media, tetapi kebanyakan orang yang tahu tidak menyebutnya demikian. Ada beberapa teori kenapa disebut "kotak hitam", mulai dari desain awal yang berwarna hitam, hingga deskripsi seorang jurnalis "wonderful black box" yang merujuk ke unit tersebut yang gosong pasca-kecelakaan.
Hanya Merekam 2 Jam Percakapan Kokpit
Perekam digital memiliki penyimpanan yang cukup lama yaitu 25 jam data penerbangan sedangkan CVR hanya merekam selama dua jam suara kokpit. CVR melacak interaksi kru dengan satu sama lain dan kontrol lalu lintas udara, tetapi juga kebisingan latar belakang yang dapat memberikan petunjuk penting bagi penyelidik. Model lama rekaman magnetik dulu hanya bisa merekam 30 menit percakapan kokpit dan kebisingan.
Bisa Lama Untuk Menemukannya.
Kotak hitam dilengkapi dengan underwater locator beacon yang mulai memancarkan pulse (semacam sinyal) jika sensornya menyentuh air. Mereka bekerja untuk kedalaman lebih dari empat kilometer, dan dapat "ping" sekali satu detik (meluncurkan sinyal per detik) selama 30 hari sebelum baterainya habis. Jika sudah 30 hari dan kotak hitamnya masih belum ditemukan maka pencariannya akan semakin sulit.
Kotak Ini Sulit Dihancurkan
FDR biasanya dibungkus ganda dalam titanium atau baja tahan karat, dan harus mampu menahan kondisi yang ekstrem. Para peneliti dulu pernah mencoba menhancurkannya, mulai dari dibakarnya black box tersebut dalam suhu 1.100 derajat Celcius, mencelupkannya ke bahan bakar pesawat, hingga menenggelamkannya ke air garam bertekanan tinggi.
Apa Saja Yang Membungkus/ Melindungi Memory Board Tersebut
- Housing aluminium: Ada lapisan aluminium yang tipis di sekeliling kartu memori.
- Insulasi suhu tinggi: Bahan silika-kering ini setebal 1 inci (2,54 cm) dan menyediakan perlindungan termal suhu tinggi. Inilah yang membuat papan memori aman selama kebakaran pasca-kecelakaan.
- Lapisan stainless-steel: - Material insulasi suhu tinggi yang baru dijelaskan diatas dilindungi oleh lapisan stainless-steel setebal sekitar 0,25 inci (0,64 cm). Lapisan ini juga dapat terbuat dari titanium.
Apa Selanjutnya Setelah Menemukan Kotak Hitam
Setelah menemukan kotak-kotak hitam, para peneliti membawa perekam ini ke laboratorium untuk ditarik data-datanya. Proses ini bisa memakan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Di Amerika Serikat, produsen kotak hitam menyediakan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional dengan sistem pembacaan dan perangkat lunak yang diperlukan untuk melakukan analisis penuh atas data penyimpanan perekam.
Jika FDR tidak rusak, penyidik ??dapat langsung memainkannya dengan menghubungkannya ke sistem pembacaan. Dengan perekam solid-state, peneliti dapat mengekstrak data yang disimpan dalam hitungan menit melalui USB atau port Ethernet. Seringkali perekam ini ditemukan dalam keadaan gosong dan penyot. Dalam kasus ini, papan memori dilepaskan, dibersihkan dan diinstal kabel memori antarmuka baru. Kemudian papan memori dihubungkan ke perekam yang berfungsi. Perekam ini memiliki perangkat lunak khusus untuk memfasilitasi pengambilan data tanpa kemungkinan menimpanya.
Bagaimana Dengan Video?
Ada berbagai upaya untuk mengembangkan kotak hitam di masa depan, salah satunya dengan menggunakan video, sehingga kita bukan hanya bisa mendengar melainkan juga melihat apa saja yang terjadi di kokpit. Selama bertahun-tahun, Dewan Keselamatan Transportasi Nasional telah berusaha dengan sia-sia untuk mengimplementasikan video recording ke dalam sistem kotak hitam, tetapi banyak pilot menolak ide ini dengan alasan melanggar privasi mereka dan mereka mengklaim bahwa pengambilan data dari kotak hitam saat ini sudah cukup untuk penyelidikan pasca-kecelakaan.
Kotak Hitam di Mobil?
Kotak hitam tidak hanya untuk pesawat. Mereka sekarang terintegrasi ke banyak jenis kendaraan. Anda bahkan mungkin saja memiliki unit tersebut di mobil Anda, meskipun Anda tidak mengetahuinya. Sekitar 90 persen mobil baru memiliki 'kotak hitam' ini yang disebut event data recorder (EDR) yang bisa melacak jenis data yang serupa dengan kotak hitam yang dimiliki pesawat.
| Home | Cara Membeli | Contact Us | About Us | Sitemap | BanSos |

