Cara Kerja Rem mobil
Mobil yang sedang berjalan memiliki banyak energi kinetik, atau disebut juga energi gerak. Energi kinetik adalah energi yang dimiliki sebuah objek karena memiliki massa dan kecepatan (kecepatan dalam arah tertentu). Semakin banyak massa yang Anda miliki (seperti semakin berat Anda) dan semakin cepat Anda melaju, maka akan semakin banyak energi kinetik yang Anda miliki.
Untuk menghentikan mobil, rem harus menyingkirkan energi kinetik tersebut. Mereka melakukannya dengan menggunakan gaya gesekan untuk mengubah energi kinetik itu menjadi panas.
Rem mobil biasanya terdiri dari dua jenis: rem cakram atau rem drum.


Tengok melalui dop roda depan mobil dan Anda biasanya dapat melihat cakram logam yang mengkilap di dalamnya. Ini disebut rem cakram. Banyak mobil modern memiliki rem cakram di roda depan dan rem tromol di roda belakang. Model yang lebih mahal mungkin memiliki rem cakram di keempat rodanya. Hanya mobil model lama atau mobil kuno yang biasanya memiliki rem drum di keempat roda.
![]() |
![]() |
Rem Drum
Rem drum (atau dikenal juga dengan rem tromol) juga menggunakan gesekan untuk menghentikan roda, namun dengan cara yang sedikit berbeda. Rem drum terdiri dari rem drum dan sepatu rem. Drum berputar dengan roda. Ketika pedal rem ditekan, silinder hidrolik mendorong sepatu rem dengan lapisan gesekan ke permukaan bagian dalam drum rem, menciptakan gesekan dan dengan demikian memperlambat roda.

Animasi: Rem drum dipasang di dalam roda dan terdiri dari dua sepatu (merah) yang dapat bergerak maju dan mundur, maju karena didorong oleh piston (hitam) yang berada di dalam silinder (kuning). Ketika Anda menginjak rem, minyak rem (oranye) memasuki silinder, mendorong keluar piston. Piston tersebut terhubung ke sepatu drum, sehingga piston akan menekan sepatu ke rem drum (biru), dan membuat roda berhenti. Saat rem dilepas, pegas (hijau) akan menarik balik sepatu ke dalam.
Rem tromol memiliki beberapa kelemahan, diantaranya jika terkena air rem ini tidak dapat berfungsi dengan baik karena koefisen gesek berkurang secara drastis. Selain itu seluruh kampas rem tidak menempel pada roda sehingga daya pengereman hanya sekitar 70% saja.
Rem Cakram
Rem cakram terdiri dari cakram rem, kaliper rem, dan bantalan rem (pad rem). Ketika pedal rem diinjak, cairan hidrolik menyebabkan caliper rem mendorong bantalan rem untuk menekan cakram rem. Penekanan pad rem pada cakram rem akan menghasilkan gesekan, yang mengubah energi kinetik menjadi panas di pad rem.
Berapa banyak panas? Sangat banyak! Menghentikan mobil yang melaju kencang dapat memanaskan rem hingga 950ยบ F atau lebih. Untuk menahan panas seperti itu, bantalan rem harus terbuat dari bahan khusus yang tidak akan meleleh pada suhu setinggi itu. Beberapa bahan khusus itu termasuk komposit, paduan, dan keramik.
Bayangkan berapa banyak kekuatan yang Anda butuhkan untuk menghentikan mobil yang sedang melaju cepat. Hanya menekan dengan menggunakan kaki Anda tidaklah cukup untuk menghasilkan kekuatan yang dapat meredam dan menghentikan kendaraan yang sedang melaju cepat. Inilah sebabnya rem menggunakan hidraulik: sistem pipa berisi cairan yang dapat menggandakan kekuatan dan mentransmisikannya dengan mudah dari satu tempat ke tempat lain.

Saat Anda menginjak pedal rem, kaki Anda sebenarnya sedang menekan piston ke silinder panjang dan sempit berisi cairan hidrolik. Saat piston menekan ke silinder, piston ini mengakibatkan cairan hidrolik mengalir maju melalui pipa yang panjang dan sempit sampai ke bagian ujung (seperti menyemprotkan jarum suntik). Pipa sempit itu menuju ke silinder selanjutnya yang lebih lebar dan besar yang diposisikan di samping rem mobil. Karena silinder di dekat rem jauh lebih lebar daripada yang ada di dekat pedal rem, tenaga yang Anda keluarkan pada pedal rem menjadi berlipat ganda, membuat rem menjepit dengan keras ke roda.
Sepeda motor

Sepeda motor biasanya memiliki rem cakram yang terdiri dari rotor dan bantalan rem. Rotor adalah cakram dengan lubang lubang (atau slot) dipasang di sisi roda. Bantalan rem, yang dioperasikan oleh kabel hidrolik, ditekan ke rotor untuk memperlambatnya dengan gesekan. Lubang-lubang di rotor membantu membubarkan panas yang dihasilkan sekaligus memberi ruang untuk mengekspan akibat panas.
| Home | Cara Membeli | Contact Us | About Us | Sitemap | BanSos |



