Beberapa Jenis Plastik Yang Umum
Polyethylene terephthalate (PET atau PETE): John Rex Whinfield menemukan polimer baru pada tahun 1941 ketika ia memadatkan ethylene glycol dengan asam tereftalat. Kondensat ini disebut polyethylene terephthalate (PET atau PETE). PET adalah termoplastik yang dapat ditarik menjadi serat (seperti Dacron) dan film (seperti Mylar). Ini plastik utama dalam kantong penyimpanan makanan ziplock.
Polystyrene (Styrofoam): Polystyrene dibentuk oleh molekul styrene. Ikatan double antara bagian CH2 dan CH dari molekul menata kembali untuk membentuk ikatan dengan molekul styrene yang berdekatan, sehingga menghasilkan polistiren. Ini dapat membentuk plastik yang tahan-benturan untuk furnitur, lemari (untuk monitor komputer dan TV), gelas dan peralatan. Ketika polystyrene dipanaskan dan udara ditiup ke campuran ini, maka akan membentuk styrofoam. Styrofoam ringan, dapat dibentuk, dan merupakan isolator yang sangat baik.
Polyvinyl Chloride (PVC): PVC adalah termoplastik yang terbentuk ketika vinil klorida (CH2 = CH-Cl) berpolimerisasi. Ketika dibuat, masih rapuh, sehingga produsen menambahkan cairan plasticizer untuk membuatnya lembut dan mudah dibentuk. PVC biasanya digunakan untuk pipa dan alat plumbing karena sifatnya yang tahan lama, tidak bisa berkarat dan lebih murah daripada pipa logam. Akan tetapi, dalam jangka waktu yang lama, plasticizer dapat terlepas darinya, sehingga membuatnya rapuh dan mudah pecah.
Polytetrafluoroethylene (Teflon): Teflon dibuat pada tahun 1938 oleh DuPont. Ini diciptakan oleh polimerisasi molekul tetrafluoroetilen (CF2 = CF2). Polimernya stabil, tahan panas, kuat, tahan terhadap banyak bahan kimia dan memiliki permukaan yang hampir tanpa gesekan. Teflon digunakan dalam plumbing tape, peralatan masak, tabung, pelapis kedap air, film dan bantalan.
Polyvinylidine Chloride (Saran): Dow membuat resin Saran, yang disintesis oleh polimerisasi molekul klorida vinilidine (CH2 = CCl2). Polimernya dapat ditarik menjadi film dan pembungkus yang kedap bau makanan. Bungkus berbahan saran ini sekarang telah menjadi populer untuk pengemasan makanan.
Polyethylene, LDPE dan HDPE: Polimer yang paling umum dalam plastik adalah polietilen, yang terbuat dari monomer etilen (CH2 = CH2). Polietilena pertama dibuat pada tahun 1934. Saat ini, kita menyebutnya polietilen berdensitas rendah (LDPE) karena akan mengambang dalam campuran alkohol dan air. Dalam LDPE, strand polimer terbelit dan longgar, sehingga lembut dan fleksibel. Ini pertama kali digunakan untuk mengisolasi kabel listrik, tetapi hari ini digunakan dalam film, wraps, botol, sarung tangan sekali pakai dan kantong sampah.
Pada 1950-an, Karl Ziegler mempolimerisasi etilena dengan berbagai logam. Polietilena polimer yang dihasilkan terdiri dari sebagian besar polimer linier. Bentuk linear ini menghasilkan struktur yang lebih rapat, lebih padat, lebih teratur dan sekarang disebut high-density polyethylene (HDPE). HDPE adalah plastik yang lebih keras dengan titik leleh lebih tinggi dari LDPE, dan tenggelam dalam campuran air-alkohol. HDPE pertama kali diperkenalkan di hula hoop, tetapi saat ini kebanyakan digunakan dalam wadah.
Polypropylene (PP): Pada tahun 1953, Karl Ziegler dan Giulio Natta, bekerja secara independen, menyiapkan polypropylene dari monomer propilena (CH2 = CHCH3) dan menerima Hadiah Nobel dalam Kimia pada tahun 1963. Berbagai bentuk polipropilena memiliki titik leleh dan kekerasan yang berbeda. Polypropylene digunakan dalam trim mobil, kasus baterai, botol, tabung, filamen dan tas.
Biopolimer
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ada polimer lain selain plastik. Polimer alami, seperti pati, selulosa, protein kedelai, minyak nabati, trigliserida dan poliester bakteri, dapat diekstrak dari tanaman dan bakteri. Selanjutnya, tumbuhan dan mikroorganisme dapat menghasilkan zat seperti asam laktat, yang dapat dipolimerisasi menjadi bioplastik (asam polylactic, misalnya). Ada dua strategi untuk memproduksi bioplastik.
- Fermentasi: Bakteri atau mikroorganisme lainnya menghasilkan biopolimer secara massal dalam bioreaktor (tangki fermentasi). Biopolimer (asam laktat, poliester) diekstrak dari bioreaktor dan diproses secara kimia menjadi plastik.
- Genetic engineering plants sebagai bioreaktor: Bioteknologi memperkenalkan gen bakteri ke dalam tumbuhan. Gen ini kemudian mengkode untuk enzim yang akan digunakan untuk membuat bakterial plastik. Tanaman ini ditanam dan dipanen, dan plastik diekstraksi dari bahan tanaman.
Pada tahun 1997, Cargille Dow membuat plastik bening (polylactide) dari jagung. Serat polylactide ditenun menjadi pakaian olahraga, kain pelapis dan membungkus bioplastik.
Bioplastik memiliki keuntungan yang dihasilkan dari renewable resources (bakteri, tumbuhan) daripada non-renewable resources (minyak, gas alam). Selain itu, bioplastik itu biodegradable (dapat terurai di lingkungan). Bioplastik berpotensi menjadi industri penting. Dengan teknologi saat ini, bioplastik mungkin lebih mahal untuk diproduksi, tetapi bioteknologi berkembang pesat dan produksi dapat menjadi lebih ekonomis di masa depan.
Di halaman ketiga, mari kita lihat bagaimana cara plastik dibuat.
| Home | Cara Membeli | Contact Us | About Us | Sitemap | BanSos |

