Teknologi Jaringan Telepon Seluler: 2G
Jaringan telepon seluler terbagi dalam tiga kategori: 2G, 3G dan 4G. Dalam jaringan 2G, ada tiga teknologi umum yang digunakan untuk mentransmisikan informasi:
- Frequency division multiple access (FDMA)
- Time division multiple access (TDMA)
- Code division multiple access (CDMA)
Meskipun teknologi ini terdengar sangat kompleks, Anda bisa mulai mengerti jika memecahkan judul-judul tersebut ke beberapa bagian.
Kata pertama memberi tahu Anda apa metode aksesnya. Kata kedua, "divisi", memberitahukan Anda bahwa dia membagi panggilan tersebut berdasarkan metode akses itu.
- FDMA menempatkan setiap panggilan pada frekuensi yang terpisah.
- TDMA menugaskan setiap panggilan sebagian waktu tertentu pada frekuensi yang ditentukan.
- CDMA memberikan kode unik untuk setiap panggilan dan menyebarkannya ke frekuensi yang tersedia.
Bagian terakhir dari judul tersebut adalah "multiple access." Ini berarti bahwa lebih dari satu pengguna dapat menggunakan setiap sel.
FDMA memisahkan spektrum ke saluran suara yang berbeda dengan membelahnya menjadi potongan bandwidth yang seragam. Untuk lebih memahami FDMA, pikirkan stasiun radio: Setiap stasiun mengirimkan sinyal pada frekuensi yang berbeda di dalam band yang tersedia. FDMA digunakan terutama untuk transmisi analog. Meskipun memang mampu membawa informasi digital, FDMA tidak dianggap sebagai metode transmisi digital yang efisien.

TDMA adalah metode akses yang digunakan oleh Electronics Industry Alliance dan Telecommunications Industry Association untuk Standard Interim 54 (IS-54) dan Standar Interim 136 (IS-136). Menggunakan TDMA, band sempit yang lebarnya 30 kHz dan panjangnya 6,7 milidetik terbagi menjadi tiga slot waktu (lihat gambar di bawah).

Band sempit disini berarti "saluran" dalam pengertian tradisional. Setiap percakapan mendapat radio selama sepertiga dari waktu tersebut. Hal ini dapat terjadi karena data suara yang telah dikonversi ke informasi digital dikompres sehingga dibutuhkan ruang transmisi yang jauh lebih sedikit. Oleh karena itu, TDMA memiliki kapasitas tiga kali lipat dari sistem analog dengan menggunakan jumlah saluran yang sama. Sistem TDMA beroperasi di pita frekuensi 800 MHz (IS-54) atau 1900-MHz (IS-136).
TDMA juga digunakan sebagai teknologi akses untuk Global System for Mobile Communications (GSM). Namun, GSM menerapkan TDMA dengan cara yang agak berbeda dan tidak kompatibel dari IS-136. Pikirkan GSM dan IS-136 sebagai dua sistem operasi berbeda yang bekerja pada prosesor yang sama, seperti Windows dan Linux yang bekerja pada Intel Pentium III. Sistem GSM menggunakan enkripsi untuk membuat panggilan telepon lebih aman. GSM beroperasi di band 900 MHz dan 1800-MHz di Eropa dan Asia dan di band frekuensi 850 MHz dan 1900 MHz (kadang disebut 1.9 GHz) di Amerika Serikat. Ini digunakan dalam digital seluler dan PCS-based systems. GSM juga menjadi basis untuk Integrated Digital Enhanced Network (IDEN), sebuah sistem populer yang diperkenalkan oleh Motorola dan digunakan oleh Nextel. AT & T dan T-Mobile menggunakan GSM.
CDMA mengambil pendekatan yang sama sekali berbeda dari TDMA. CDMA, setelah mendigitalkan data, menyebarkannya ke seluruh bandwidth yang tersedia. Beberapa panggilan bisa saling tumpang tindih satu sama lain di saluran, namun masing-masing diberi kode urutan yang unik. CDMA adalah bentuk spread spectrum, yang berarti data dikirim dalam jumlah kecil melalui sejumlah frekuensi diskrit yang tersedia untuk digunakan kapan saja dalam rentang yang ditentukan. Verizon, Sprint dan sebagian besar operator A.S. lainnya menggunakan CDMA, yang berarti tidak ada kartu SIM.
Semua pengguna mengirimkan pada potongan lebar pita spektrum yang sama. Setiap sinyal pengguna tersebar di seluruh bandwidth dengan kode penyebaran yang unik. Pada si penerima, kode unik yang sama tersebut digunakan untuk disusun kembali sinyalnya. Karena sistem CDMA perlu menempatkan time-stamp yang akurat pada masing-masing bagian dari sebuah sinyal, dia melakukan referensi pada sistim GPS untuk informasi tersebut. Antara delapan dan 10 panggilan terpisah dapat dilakukan di ruang saluran yang sama dengan satu panggilan AMPS analog. Teknologi CDMA adalah basis untuk Interim Standard 95 (IS-95) dan beroperasi di pita frekuensi 800 MHz dan 1900 MHz.
Idealnya, TDMA dan CDMA saling transparan satu sama lain. Dalam prakteknya, sinyal CDMA berdaya tinggi menaikkan tingkat kebisingan untuk receiver TDMA, dan sinyal TDMA berdaya tinggi dapat menyebabkan overload dan macet pada receiver CDMA.
Selanjutnya, kita akan melihat 3G.
Teknologi 3G hadir untuk mendukung peningkatan kebutuhan data. 3G singkatan dari "generasi ketiga" - generasi teknologi seluler analog yang pertama dan generasi digital / PCS ke dua. Teknologi 3G ditujukan untuk ponsel multimedia - yang biasa disebut smartphone - dan fitur-fitur yang mengakibatkan meningkatnya bandwidth dan tingkat transfer untuk mengakomodasi aplikasi berbasis Web dan file audio dan video berbasis telepon.
3G terdiri dari beberapa teknologi akses seluler. Yang umum meliputi:
- CDMA2000 - based on 2G Code Division Multiple Access
- WCDMA (UMTS) - Wideband Code Division Multiple Access
- TD-SCDMA - Time-division Synchronous Code-division Multiple Access
Jaringan 3G memiliki potensi kecepatan transfer hingga 3 Mbps (sekitar 15 detik untuk mendownload lagu MP3 berdurasi 3 menit). Sebagai perbandingan, ponsel 2G tercepat bisa mencapai hingga 144Kbps (sekitar 8 menit untuk mendownload lagu berdurasi 3 menit). Tarif data 3G yang tinggi sangat ideal untuk mendownload informasi dari Internet dan mengirim serta menerima file multimedia yang besar. Ponsel 3G sama seperti laptop mini dan dapat mengakomodasi aplikasi broadband seperti konferensi video, menerima streaming video dari Web, mengirim dan menerima faksimile dan langsung mendownload pesan e-mail dengan lampiran.
| Home | Cara Membeli | Contact Us | About Us | Sitemap | BanSos |

