Bolpoin
Bolpoin (ballpoint) atau bola pena adalah pena yang menggunakan bola kecil yang dapat berputar yang terbuat dari kuningan, baja, atau tungsten karbida untuk mengatur dan mengalirkan tinta saat Anda menulis. Semua tipe model pena terdahulunya - mau itu quill, metal atau fountain - menggunakan tinta gelap dan melalui cara yang disebut "capillary action" (kapilaritas), namun masalah dari teknologi tersebut termasuk:
- Tintanya bisa mengalir secara tidak merata.
- Tintanya keringnya lama. Tintanya terekspos ke udara pada saat mengalir dari pena sehingga tidak mengering secara cepat, untuk menghindari pembekuan tinta pada pena.
- Ketika tiba-tiba mengering dalam pena, pembekuan tersebut mengacaukan segalanya dan memerlukan pengecekan dan pembersihan yang merepotkan.
- Belum lagi banyak pena yang dibuat sampai masa Perang Dunia 2 sering bocor pada saat dibawa ke pesawat dan menimbulkan beberapa masalah - dunia sedang menunggu solusi yang lebih baik tentang hal ini.
Bolpoin (pena ball point) diciptakan untuk mengatasi masalah seperti mendistribusikan tinta tebal secara merata dan mengering secara cepat tanpa terjadinya mengering di dalam pulpen tersebut. Kuncinya adalah bola. Pena ini dilengkapi dengan bola yang berperan sebagai:
- Penutup tinta agar tidak mengering.
- Mekanisme untuk mengalirkan tinta ke kertas.
Bolanya terletak di antara tempat penyimpanan tinta dan kertas melalui soket, meskipun sangat amat sempit namun cukup ruang untuk mengalirkan tinta keluar saat bolanya berputar ketika sedang menulis. Ketika ujung pena tersebut bergeser di permukaan kertas, bola tersebut yang menempel di permukaan kertas akan berputar sekaligus mengeluarkan tinta yang berada di dalamnya. Bola disini tidak hanya berperan untuk mengoper tinta ke kertas namun juga sebagai penutup tinta yang berada di dalamnya agar tidak mengering.

Karena ujung bolpoin pada umumnya sangatlah kecil sehingga susah dilihat dengan mata bagaimana cara tintanya dikeluarkan namun cara kerjanya bisa dikatakan sama dengan botol roll-on anti-perspirant (anti-keringat) yang terdapat di mall atau supermarket.
Pulpen
Pulpen (atau bahasa Inggrisnya "fountain pen") merupakan sejenis pen namun tidak menggunakan bola seperti bolpoin di ujung pena nya tersebut. Pulpen dilengkapi dengan kantong tinta yang dapat diisi kembali jika habis. Berbeda dengan bolpen, pulpen tidak perlu ditekan saat menulis karena tintanya mengalir dari kamar tinta ke mata pena melalui bantuan gravitasi dan kapilaritas.
Komponen utama pada pulpen adalah nib dan feed. Nib adalah bagian di pena yang berbahan logam terletak pada ujung pulpen dan merupakan bagian yang bersentuhan langsung dengan kertas. Ini juga merupakan bagian yang paling ikonik dan dikenal sebagai ciri khas pulpen atau fountain pen. Feed adalah bagian yang berada di bawah nib yang menyediakan tinta. Feed terbuat dari plastik yang berwarna abu-abu atau hitam namun dapat juga terbuat dari bahan yang lebih eksotis seperti ebonit.

Cara Kerjanya,
Jika disederhanakan, sebuah pulpen sedikit seperti botol yang diisi dengan air biru atau hitam. Coba bayangkan jika botol yang terisi tinta tersebut dibalikkan dengan ujung botol yang mengecil digunakan untuk menulis, apa yang terjadi? maka seluruh airnya akan tumpah jatuh kebawah dan membanjiri kertas.
Coba sekarang merombak botol tersebut dengan mengubah lobang botolnya menjadi jauh lebih kecil, hanya setitik lubang tusuk pada penutupnya. Contoh, ambil sebuah botol yang diisi dengan air dan penutup botolnya diatas ditusuk dengan jarum kecil kemudian balikkan botol tersebut.
Kemungkinan yang akan terjadi ada dua, antara airnya tidak keluar atau mengalir keluar tapi dengan perlahan-lahan. Alasannya sederhana. Meskipun berat airnya menjatuhkannya kebawah, namun tekanan udara mendorong ke arah berlawanan dan menghambat airnya untuk meninggalkan botol. Udara ini seakan-akan berperan seperti sebuah jari yang mendorong dan menutup lobang botolnya. Dengan kata lain, harus ada pengganti yang mengisi ruangan diatas air, jika tidak airnya akan ketahan dan tidak bisa berpindah.
Namun jika anda membuat satu lobang lagi di ujung botol satunya lagi, maka anda akan menyadari bahwa air di botol tersebut mulai mengalir keluar. Udara akan masuk melalui lobang yang berada di atas, mengisi ruangan, dan memungkinkan air mengalir kebawah keluar dari botol, namun jika anda menutup lobang atas dengan jari anda maka air botol tersebut akan berhenti lagi.
Foto: Anda mungkin melihat saya sedang mengosongkan air dari botol ini, tetapi Anda juga bisa melihatnya dari sisi sebaliknya: Saya sedang mengisi botolnya dengan udara. Jika udara bisa dilihat, maka Anda akan melihat udaranya mengalir masuk ke leher botol melewati garis air yang sedang mengalir keluar. Air hanya bisa keluar jika udara bisa masuk. Persis prinsip yang sama berlaku untuk pulpen.

Perhatikan juga foto berikutnya, yaitu pada nib pulpen anda akan melihat bagian itu seperti ada garis yang membelah bagiannya. Ketika Anda menggunakan pulpen seperti ini, Anda dapat sering melihat garis tinta mengalir ke bawah celah dari feed melalui proses kapilaritas.

Biasanya kita bisa menumpahkan air dari botol secara mudah, namun jika diperhatikan air yang kita tumpahkan seringkali menghasilkan suara "glug-glug-glug" sebelum akhirnya tumpah semua. Apa yang terjadi disini adalah udara berjuang masuk ke dalam botol secara cepat pada saat yang sama ketika air keluar dari dalam sehingga ada dua arus dorongan yang berlawanan di lobang botol, oleh sebab itu suara "glug-glug-glug" pun muncul. Namun jika anda merubah posisi botol menjadi horizontal dan secara perlahan memiringkannya untuk mengeluarkan air maka udara pun masuk secara santai tanpa mengeluarkan suara "glug-glug".
Apa hubungannya dengan pulpen? cara kerja pulpen sebenarnya sama seperti contoh diatas, yaitu harus membiarkan udara masuk agar bisa melepaskan tinta keluar.

Feed menggabungkan sistem saluran paralel, tiga yang kecil untuk tinta dan satu yang besar untuk udara, sehingga udara dapat mengalir ke atas ke reservoir ketika tinta mengalir ke permukaan kertas pada tingkat yang dikendalikan secara hati-hati agar jumlah tinta pas, tidak terlalu tipis dan tidak terlalu boros.
Gravitasi dan Kapilaritas
Ketika Anda menulis dengan pulpen, bagaimana tinta itu mengalir dari reservoir ke kertas? Tinta mengalir sebagian karena gravitasi (beratnya sendiri menariknya ke bawah), tetapi juga oleh proses kapilaritas (fenomena di mana cairan secara otomatis akan tersedot ke sepanjang tabung yang sangat tipis - sama seperti cara air menyebar dalam tanaman). Jika Anda memegang pulpen dengan ujung pena mengarah lurus ke bawah, gravitasi tidak membuat semua tinta mengalir keluar, ini dikarenakan feed yang menghubungkan ujung pena ke reservoir sangatlah sempit. Ini sama seperti botol air yang penutupnya di-lobangin sangat kecil tadi, air sangat susah keluar.
Ini kira-kira bagaimana cara kerja pulpen: ini seperti pipa kecil dengan tiga saluran tinta kecil yang mengalir di bagian bawahnya dan saluran udara yang lebih besar tepat di atas mereka. Saat tinta mengalir di ketiga saluran tinta, udara masuk ke pena dan melewati di atasnya, ke arah yang berlawanan.
Jadi bagaimana tinta keluar? Saat Anda meletakkan ujung pena di atas kertas dan menyeretnya, tinta ditarik ke bawah melalui celah di tengah nib, dan ke bawah feed, dengan proses kapilaritas.
Ini berarti ditarik sebagian karena terdapat adhesive forces (kekuatan kohesif) diantara tinta dan wadahnya (celah di nib dan tiga saluran kecil di feed) dan sebagian oleh kekuatan kohesif antara setiap molekul tinta dan yang menempel/mengikuti di belakangnya). Bayangkan seperti ini jika anda suka; ketika tiap molekul tinta mendarat di kertas, dia akan menarik molekul-molekul yang dibelakangnya seakan-akan mereka terhubung satu sama lain.
![]() |
|
| Home | Cara Membeli | Contact Us | About Us | Sitemap | BanSos |


