Darimana Logam Berasal
Sebagian besar logam murni, seperti aluminium, perak dan tembaga, berasal dari kerak Bumi. Mereka ditemukan dalam bijih, bahan padat yang disebut mineral, biasanya terdapat di batu, disinilah biasanya logam diekstraksi. Sifat-sifat logam murni dapat ditingkatkan dengan mencampurnya dengan logam lain, dan disebut logam paduan.

Tahap pertama dalam pembuatan logam adalah menambang batu yang mengandung bijih ini. Terkadang sejumlah besar bijih dibutuhkan untuk membuat sejumlah kecil logam. Tembaga misalnya, terdapat di dalam bijih sulfida yang mengandung hanya 0,25% tembaga. Logam kemudian harus diekstrak dari batuan menggunakan tungku dan proses elektrolitik. Akhirnya, sebelum logam dapat digunakan, seringkali harus menjalani proses lebih lanjut. Sebagai contoh, 98% tembaga blister murni, dibuat dengan peleburan dan reduksi, kemudian harus di-electrorefined untuk menghasilkan tembaga dengan kemurnian 99,99%.
Seringkali mereka terkubur di batu dengan endapan logam lain. Logam tidak ditemukan dalam kondisi utuh murni namun sebagai oksida (logam yang menyatu dengan atom oksigen) dan senyawa lainnya. Oleh karena itu untuk memproduksi logam dengan jumlah besar seperti besi, aluminium, atau tembaga melibatkan dua operasi yang berbeda: mengekstraksi bijih (deposit yang biasanya terdiri dari sejumlah besar batuan yang tidak berguna dan sejumlah kecil logam berguna) dari tambang dan kemudian menyempurnakan bijih tersebut untuk memisahkan logamnya dari kondisi oksida mereka (atau senyawa lain) ke bentuk murni yang kita butuhkan.
Persis bagaimana ini dilakukan bervariasi dari logam ke logam dan dari satu tempat ke tempat, tetapi biasanya melibatkan campuran pengolahan mekanik (seperti menggiling, menyaring, atau menggunakan air untuk membasuh bahan yang tidak diinginkan), perawatan kimia (menggunakan asam, mungkin), pemanasan (peleburan bijih besi, misalnya, melibatkan memanggangnya di udara untuk menghilangkan kotoran), dan perlakuan listrik (seperti elektrolisis).
Mendaur ulang
Karena penambangan logam buruk untuk lingkungan dan mahal, kita perlu mendaur ulang logam yang telah kita gunakan begitu kita selesai dengan mereka. Ini dapat menghemat energi, biaya, dan membantu lingkungan. Sebagai contoh, hanya dibutuhkan 5% energi untuk mendaur ulang kaleng aluminium daripada yang diperlukan untuk menambang aluminium dalam jumlah yang sama dari tanah.

Jenis Logam
Ada berbagai jenis logam. Tabel periodik mencantumkan logam yang merupakan unsur murni. Artinya mereka semua terbuat dari atom yang sama. Logam-logam ini terdiri dari unsur yang mungkin sudah Anda kenal seperti besi, emas, perak, dan platinum. Namun terdapat unsur lain seperti natrium dan kalium yang mungkin tidak biasa Anda anggap sebagai logam.

Tabel periodik membagi unsur-unsur logam menjadi berbagai jenis seperti logam alkali, logam alkali tanah, dan logam transisi.
Banyak logam yang kita gunakan saat ini adalah logam paduan. Logam paduan adalah logam yang menggabungkan dua atau lebih elemen. Mereka juga bisa disebut senyawa logam. Seringkali paduan ini menjadikannya lebih kuat dan lebih keras dibandingkan dengan logam murni. Salah satu contohnya adalah baja, jenis paduan yang sangat kuat.
Logam yang dikenal sebagai metalloids atau semimetal memiliki sifat logam maupun non-logam.
Logam mulia, seperti perak, emas, dan platinum, menolak oksidasi dan korosi di udara lembab. Logam berharga memiliki kepentingan ekonomi yang signifikan. Sebagian besar logam berharga merupakan logam mulia. Contoh logam berharga adalah perak dan emas.
Adu Logam, dan Fakta Menarik Lainnya Tentang Logam
Ilmu mempelajari logam disebut metalurgi.
Sekitar 75% dari unsur-unsur dalam tabel periodik adalah logam.
Logam yang paling umum ditemukan di kerak Bumi adalah aluminium. Tapi tunggu dulu, meskipun aluminium melimpah di kerak bumi, unsur paling melimpah di seluruh Bumi adalah besi, yang membentuk sebagian besar inti Bumi.
Perak merupakan konduktor terbaik dibandingkan dengan logam lainnya.
Pada suhu kamar, semua logam adalah zat padat - kecuali merkuri, yang merupakan cairan. Namun, logam lain meleleh mendekati suhu kamar. Misalnya, Anda dapat mencairkan galium logam di telapak tangan Anda.

Tungsten adalah logam dengan titik leleh tertinggi. Hanya karbon (bukan logam) memiliki titik leleh yang lebih tinggi dari semua elemen.
Dalam bahasa Inggris, logam termasuk dalam kategori "malleable" artinya mereka dapat diubah, dibentuk tanpa retak dan patah. Logam bersifat elastis atau cenderung menekuk daripada patah.
Kuningan adalah paduan yang terbuat dari seng dan tembaga.
Emas murni terlalu lunak untuk digunakan dalam banyak hal, sehingga sebagian besar emas dikombinasikan dengan logam lain untuk membuatnya lebih kuat. Emas 24 karat adalah emas murni 100%. Banyak perhiasan terbuat dari emas 18 karat yang merupakan 75% emas dan 25% logam lainnya.

Banyak logam berat atau padat, meskipun beberapa logam, seperti lithium, cukup ringan dan mengapung di air.
Periode waktu dunia sering diuraikan berdasarkan logam yang digunakan. Sejarah sebelum logam digunakan disebut Zaman Batu. Berikutnya adalah Zaman Perunggu, diikuti oleh Zaman Besi.

Logam alkali, seperti litium, natrium, kalium, dan rubidium, sangat reaktif sehingga akan menyala dan bahkan meledak jika ditempatkan dalam air.
Sebagian besar logam berkilau, keras, dan merupakan konduktor panas dan listrik yang baik.
Struktur tertinggi yang berdiri di dunia terbuat dari logam, terutama logam paduan baja. Mereka termasuk gedung pencakar langit Dubai Burj Kalifa, menara televisi Tokyo Skytree, dan pencakar langit Menara Shanghai.
Logam yang paling umum digunakan adalah besi, aluminium, tembaga, seng, dan timah.
| Home | Cara Membeli | Contact Us | About Us | Sitemap | BanSos |

