Terbuat dari apakah cairan koreksi seperti tipex & correction tape
Cairan koreksi (correction fluid) adalah produk cair yang dirancang untuk menutupi kesalahan yang dibuat saat mengetik, menulis, atau memfotokopi bercak pada kertas. Dulunya, ini diterapkan pada kertas menggunakan kuas. Ketika mengering, cairan ini akan membentuk lapisan yang secara efektif menempel pada kertas dan menutupi tulisan atau gambar yang berada di bawahnya sehingga memungkinkan Anda untuk menulis ulang di atas permukaannya (cara kerjanya sama seperti sebuah cat dinding). Cairan koreksi terdiri dari pigmen, pengikat polimer, dan pelarut yang dicampur bersama dalam tangki batch besar. Pertama dikembangkan pada akhir 1950-an, formulasi cairan koreksi terus berkembang selama bertahun-tahun.

Berbagai produk cairan koreksi telah dikembangkan untuk aplikasi yang berbeda. Jenis paling umum adalah yang dirancang untuk digunakan pada kertas mengetik putih. Cairan-cairan ini biasanya berwarna putih dan dirancang untuk mengering secara cepat. Cairan koreksi jenis lain juga dirancang untuk jenis kertas lainnya, sebagian dari mereka dirancang agar jika mengering maka tidak akan terlalu menyolok ketika kertas itu dilihat. Untuk koreksi pada kertas yang tidak berwarna putih, berbagai cairan koreksi berwarna juga tersedia. Ada juga yang khusus untuk fotokopi, formulanya dibuat dengan aditif khusus yang mengurangi pantulan cahaya dari film.
Dulunya produk ini sering dijual dalam botol plastik dengan kuas yang tersedia dekat tutup, namun ini bukan satu-satunya. Beberapa cairan koreksi dijual dalam pena, yang menggunakan aplikator rol bola. Produk-produk ini memberikan kontrol yang lebih baik atas jumlah cairan yang hendak digunakan. Produk jenis cairan koreksi lainnya dijual dalam bentuk film padat (lapisan yang sudah mengering) seperti yang sekarang sering dipakai yaitu correction tape.

Cairan koreksi dibuat menggunakan bermacam-macam bahan kimia. Bahan kimia utama yang paling sering digunakan adalah titanium dioksida, yang memiliki indeks warna pigmen putih, warna standar untuk cairan koreksi. Ini adalah bahan anorganik yang berasal dari berbagai bijih titanium. Ini adalah bahan bersifat opaque, yang secara signifikan tidak menyerap cahaya visual. Karena memiliki indeks refraktif yang tinggi, opacifying agent ini menghasilkan warna putih yang dominan. Dengan mengubah metode pemrosesan dan mencampur titanium dioksida dengan bahan yang berbeda, berbagai warna lain dapat dihasilkan. Ini digunakan untuk cairan koreksi warna yang berbeda. Secara umum, titanium dioksida merupakan sekitar 40-60% bagian dari rumus.
Meskipun opacifying agent ini menutupi kesalahan di kertas, bahan polimer digunakan untuk menempelkannya pada kertas. Polimer ini membuat film atau lapisan yang sangat terikat dengan serat kertas saat mengering.

Berikutnya adalah naphtha pelarut, minyak bumi dan alifatik ringan, yang bercampur dengan bahan kimia awal. Resin, mineral spirit, pewarna, wewangian, dan dispersant juga digunakan untuk menciptakan zat putih yang opaque.
Berbagai resin polimer dapat digunakan seperti resin akrilik, resin petroleum, resin poliolefin terklorinasi dan bahkan karet sintetis. Untuk membuat film yang optimal, copolymer sering digunakan. Salah satu jenis sistem kopolimer adalah emulsi lateks. Ini dibuat dengan polimerisasi metakrilat dengan monomer yang mengandung nitrogen dengan adanya etilen vinil asetat. Dalam formula cairan koreksi, resin polimer merupakan 5-15% bagian dari rumus.
Dua jenis pelarut digunakan termasuk berbasis air dan berbasis organik. Pelarut berbasis air digunakan untuk cairan koreksi yang akan menutupi tinta berbasis minyak. Mereka biasanya campuran air dan alkohol. Pelarut berbasis organik menggunakan senyawa organik mudah menguap atau volatile organic compounds (VOC) dan umumnya kering lebih cepat daripada pelarut berair. Mereka lebih baik dalam menutupi tinta berbasis air. Berbagai senyawa organik dapat digunakan termasuk aseton, toluena, xilena, etil asetat, dan metil etil keton. Beberapa formula yang lebih baru mencakup kedua jenis pelarut tersebut. Jenis cairan Koreksi "amfibi" ini amat berguna untuk semua jenis tinta.
Berbagai bahan lain ditambahkan ke rumus cairan koreksi untuk mengoptimalkan stabilitas dan kinerja. Karena titanium dioksida umumnya tidak larut dalam pelarut, oleh karena itu memiliki kecenderungan untuk 'settle out' dari waktu ke waktu. Untuk alasan ini suspending agent dan agen pendispersi ditambahkan. Contoh suspending agent termasuk hidroksietilselulosa, xan-than gum atau guar gum. Contoh agen pendispersi termasuk ester fosfat, alkohol teretoksilasi, dan polisorbitans. Kadang manik-manik kaca atau pencampuran logam disediakan dalam wadah untuk membantu mendispersikan kembali titanium dioksida. Dalam hal ini, pengguna harus menggoyang (shake) sebelum menggunakannya. Bahan lain yang ditambahkan termasuk agen chelating yang membantu melindungi bagian logam di aplikator, defoamer (pencegah busa) yang mencegah gelembung berlebihan, dan pengawet untuk mencegah kontaminasi biologis.
![]() |
|
| Home | Cara Membeli | Contact Us | About Us | Sitemap | BanSos |


