Terbuat Dari Apakah Tinta?
Pena ballpoint mungkin tampak sederhana dan biasa, tetapi barang ini merupakan ciptaan dari lebih dari 100 tahun hasil kerja keras banyak orang. Mungkin tidak terlihat seperti barang mewah atau kompleks, tabung tintanya saja yang berada di dalam pulpen Anda memerlukan waktu puluhan tahun untuk menyempurnakannya: Ini lebih kompleks daripada yang Anda pikirkan dari sesuatu yang sangat kecil.
Perusahaan seperti Bic, Pilot, dan Paper Mate merahasiakan formula tinta mereka dengan ketat, tetapi hampir semua tinta bolpoin terdiri dari satu atau lebih pigmen warna atau pewarna yang larut atau tersuspensi dalam pelarut - biasanya minyak atau air.

Senyawa kimia tambahan seperti asam oleat dan alkil alkanolamide ditambahkan untuk memudahkan proses penulisan. Mereka memungkinkan tinta mengalir dari pena dan terserap ke kertas, dan menghasilkan warna-warna cerah.
Struktur dan fungsi dasar pena ballpoint tetap konsisten selama bertahun-tahun, tetapi tanpa komposisi tinta yang benar, pena tersebut bisa bocor, tersumbat, pudar ataupun luntur. Butuh puluhan tahun untuk menemukan formula yang membuat pen modern lebih efisien dibandingkan dengan pulpen-pulpen sebelumnya.
Pewarna dan Pigmen
Dalam proses pembuatan tinta, dua faktor terpenting adalah pewarna dan pigmen. Pewarna adalah bahan berwarna yang larut dalam tinta. Pigmen, di sisi lain, adalah bahan yang digunakan dalam tinta yang harus digiling menjadi bubuk halus sebelum digunakan dalam tinta untuk menulis.

Warna tinta berasal dari pewarna, yang bisa larut dalam air, atau pigmen, yang tidak larut air. Pewarna eosin lah yang membuat tinta berwarna merah dan dibuat dengan menambahkan elemen bromin ke senyawa fluorescent. Tinta yang menggunakan pigmen termasuk tinta putih (yang mengandung titanium oksida) dan tinta emas metalik (yang, mengejutkan, menggunakan paduan tembaga-seng.) Karbon hitam, pigmen yang berasal dari batubara dan minyak, merupakan bagian penting dari tinta bolpoin hitam .
Sedangkan koktail untuk biru Prusia, kristal ungu dan biru phthalocyanine untuk pena biru klasik - tersuspensi dalam pelarut minyak atau air. Minyak yang paling umum adalah benzyl alcohol atau phenoxyethanol, yang dicampur dengan pigmen atau pewarna untuk menciptakan tinta halus yang cerah namun cepat kering.
Menstabilkan Polimer
Tinta dapat menggumpal ketika partikel pewarna atau pigmen mereka mengumpul. Stabilisator mencegah pembekuan dengan melekat pada molekul dan memindahkannya melewati satu sama lain, menyebabkan aliran tinta yang lebih lancar. Polimer, molekul besar yang terbuat dari rantai pengulangan unit dasar, adalah stabilisator yang sangat baik. Di masa lalu, resin tanaman dan albumin telur dijadikan sebagai salah satu sumber stabilizing polimer tersebut. Ciptaan laboratorium seperti polivinil klorida dan polivinil asetat kemudian mengisi peran ini pada abad kedua puluh.
Permanent Marker
Spidol permanen adalah sejenis pen yang tintanya tidak bisa dihapus dan digunakan untuk menulis atau menggambar. Semua spidol permanen pada dasarnya adalah tabung plastik berongga yang kedap udara, kecuali satu lubang di satu ujungnya. Tabung ini menyembunyikan sebuah batang panjang berbahan seperti spons, yang menonjol sedikit keluar dari lubang (ujung spidol). Batang berbahan penyerap yang berada di dalam tabung ini diisi dengan tinta. Saat tinta menguap atau mengalir keluar pada ujung spidol yang terbuka, efeknya akan menarik tinta dari dalam kembali ke ujung. Tinta marker permanen ini terdiri dari tiga elemen: pewarna, pelarut dan resin.
Secara umum, tinta ini terdiri dari pelarut pembawa utama, gliserida, pirolidon, resin dan pewarna, membuatnya tahan air (waterproof). Tinta semacam ini dapat digunakan dalam berbagai permukaan dari kertas ke logam ke batu. Ujung spidolnya bisa ditemukan dalam berbagai ukuran (ultra tipis sampai ke yang tebal), bentuk (chisel point, bullet tip, dan wide bristle), dan warna (metalik, atau ultraviolet reaktif). Seperti cat semprot, penanda ini mengandung senyawa organik yang mudah menguap agar dapat secara cepat mengeringkan tinta. Dalam bahasa Inggris, "permanent marker" merupakan nama lain dari "waterproof marker". Spidol permanen ini diciptakan pada tahun 1952 oleh Sidney Rosenthal.
Marker ini umumnya digunakan pada permukaan yang keras dan tidak berpori, cara kerjanya bukanlah menoda permukaan melainkan membentuk lapisan di permukaan sehingga untuk menghilangkannya salah satunya adalah dengan cara menggunakan pembersihan tekanan tinggi atau menggunakan pengencer cat dan pelarut organik seperti aseton, xilena, atau toluena. Isopropil alkohol, etanol dan etil asetat adalah pembersih yang lebih disukai bila digunakan di dalam ruangan, karena uapnya jauh lebih tidak membahayakan daripada toluena dan xilena, komponen utama dari pengencer cat, atau rantai hidrokarbon yang lebih panjang yang ditemukan dalam mineral spirit.
Pelarut non-polar umum lainnya termasuk benzena, terpentin dan terpen lainnya (yang merupakan bagian dari minyak esensial dari banyak tanaman yang memiliki aroma yang kuat), sebagian besar eter, kloroform dan diklorometana, bahan bakar hidrokarbon, dan alkohol diacetone, di antara banyak lainnya. Perhatikan bahwa sebagian besar pelarut ini sangat mudah terbakar, dan / atau uap terkonsentrasi mereka berbahaya bagi kesehatan.
Sedikit Fakta Mengenai Tinta & Pen
Tinta pertama untuk menulis dan menggambar ditemukan secara bersamaan di Cina dan Mesir, sekitar 2500 SM.
Tinta biasanya beracun jika tertelan, tergantung pada bahan dan pigmen tinta tersebut dibuat, pada umumnya jika tertelan bisa menyebabkan sakit kepala, iritasi kulit, dan kerusakan pada sistem saraf seseorang.
Pena bolpoin terbesar berukuran panjang 5.5 m dan berat 37,23 kg. Pena ini dibuat oleh Acharya Makunuri Srinivasa (India) dan dilangsungkan dan diukur di Hyderabad, India, pada 24 April 2011.

Pena Fulgor Nocturnus dijual (tahun 2010) dalam lelang amal seharga lebih dari € 7 juta, membuatnya menjadi pena termahal di dunia.

Rata-rata pena dapat menulis sekitar 45.000 kata.
Pada tahun 1938, pena bolpoin pertama diciptakan oleh wartawan Hungaria Laszio Biro, namun paten pertama dimiliki John Loud pada 1888.
Pulpen pertama diciptakan oleh agen asuransi New York, Lewis Edson Waterman pada tahun 1883. Kemudian Waterman mematenkannya pada tahun 1884.
'Nanofountain Probe' adalah pulpen terkecil; menulis garis yang lebarnya hanya 40 nanometer.
Penutup pen telah mengakibatkan lebih dari 100 kematian pada orang yang suka bermain dengan tutupnya di mulut dan tidak sengaja menelannya.
![]() |
|
| Home | Cara Membeli | Contact Us | About Us | Sitemap | BanSos |


