Apa Itu Trawling
Trawling (memukat) adalah metode memancing dengan cara menarik jaring ikan dalam air di belakang satu atau beberapa perahu. Jaring yang digunakan untuk melakukan hal ini disebut pukat.

Pukat ini ditarik secara vertikal dengan memasang pelampung di sisi atasnya dan memasang pemberat di sisi bawahnya sehingga pukat ini membentuk seperti dinding jaring dalam air yang akan menyapu (menangkap) ikan dan hewan laut lainnya secara massal.
Dalam bahasa Inggris, perahu yang digunakan untuk trawling disebut trawler atau dragger. Perahu ini bervariasi dalam ukuran seperti perahu kecil terbuka dengan mesin 30 hp (22 kW) dan kapal besar dengan lebih dari 10.000 hp (7,5 MW).
Pukat dapat dibagi menjadi pukat dasar perairan dan pukat di tengah kolom air, tergantung seberapa tinggi trawl (jaring) di kolom air. Seperti namanya, pukat dasar perairan adalah penarikan pukat (bentik trawling) di sepanjang atau dekat ke (demersal trawling) dasar perairan, sedangkan pukat di tengah kolom air adalah penarik pukat di atas dasar perairan atau zona bentik.

Pemukatan tengah kolom perairan juga dikenal sebagai pukat pelagis. Pukat pelagis atau bahasa Inggrisnya midwater trawling menangkap ikan pelagis seperti teri, udang, tuna dan mackerel, sedangkan pukat dasar perairan menarget ikan yang hidup di dasar (groundfish) dan ikan semi-pelagis seperti ikan cod, halibut dan rockfish.

Perlengkapan itu sendiri bisa sangat bervariasi. Pukat tengah kolom air biasanya jauh lebih besar dari pukat dasar perairan. Pukat ini juga dikenal sebagai pukat harimau di Indonesia.
Larangan dan Aturan
Kini penggunaan pukat untuk menangkap ikan telah diatur di beberapa negara akibat banyak protes oleh para aktivis lingkungan. Kepedulian lingkungan terkait dengan trawling mengacu pada dua hal: kurangnya selektivitas dan kerusakan fisik yang dilakukan pukat di dasar laut.

Sejak praktik trawling dimulai (sekitar abad ke-15), ada kekhawatiran tentang kurangnya selektivitas trawling. Trawl mungkin tidak selektif, menyapu ikan baik yang dapat dipasarkan maupun yang tidak diinginkan, baik ukuran legal maupun ilegal. Setiap bagian dari tangkapan yang tidak diinginkan atau tidak dapat digunakan dianggap sebagai tangkapan sampingan, beberapa di antaranya terbunuh secara tidak sengaja oleh proses trawling. Penangkapan ini biasanya termasuk spesies yang berharga seperti lumba-lumba, penyu laut, dan hiu, dan mungkin juga termasuk individu sublegal atau belum dewasa dari spesies yang ditargetkan.
Penangkapan spesies yang tidak diinginkan adalah masalah yang dikenal oleh semua metode penangkapan ikan dan mereka tidak menginginkan ikan mati sia-sia, dan para nelayan juga tidak ingin membuang waktu mereka memilah atau menyaring ikan yang mereka inginkan dari sekian banyak ikan yang tidak mereka inginkan dari tangkapan mereka. Sejumlah metode untuk meminimalkan ini telah dikembangkan untuk digunakan dalam pukat. Salah satunya adalah memasang bycatch reduction grid atau panel jaring persegi di bagian trawl, memungkinkan spesies tertentu untuk meloloskan diri dari jaring sedangkan yang lain tidak.

Penggunaan pukat sangat kontroversial karena dampak lingkungannya. Karena pukat dasar laut melibatkan penarikan alat tangkap berat di atas dasar laut, itu dapat menyebabkan kerusakan skala besar di dasar laut, termasuk pecahan karang, kerusakan pada habitat dan pengangkatan rumput laut. Sumber utama dampak ini adalah pintunya (salah satu fitur yang terpasang di jaring), yang beratnya bisa beberapa ton dan mengakibatkan alur jika diseret di sepanjang dasar laut, dan konfigurasi footrope, yang biasanya tetap bersentuhan ke dasar laut oleh seluruh tepi bawah jaring. Tergantung pada konfigurasi, footrope ini dapat membalik batu besar, mungkin menyeretnya bersama dengan jaring, mengganggu atau merusak semua struktur di sepanjang jalur penyeretan.
Jenis Pukat Lainnya
Pukat Lampara
Pukat lampara atau sering disebut lampara saja, merupakan sejenis pukat yang bentuknya mirip mangkuk karena jaringnya melengkung dan mencembung di bagian belakang bawah untuk menyulitkan ikan melarikan diri. Pukat lampara ini dilengkapi dua sayap dan bagian belakang yang memiliki mesh lebih kecil sehingga bisa menampung ikan yang tertangkap.

Pukat Lampara digunakan untuk menangkap ikan pelagis, yang berenang di dekat permukaan air. Mereka sering digunakan di Mediterania, Amerika Serikat, dan Afrika Selatan untuk menangkap ikan sarden. Di Argentina mereka digunakan untuk anchoveta dan mackerel dan di Jepang untuk ikan laut dan ikan terbang. Mereka digunakan di Australia untuk menangkap ikan garfish laut timur (Hyporhamphus australis). Di Florida Selatan AS, jaring lampara digunakan untuk menangkap ballyhoo (Hemiramphus brasiliensis) dan balao (H. balao).
Pukat Cincin
Pukat cincin atau purse seine bahasa Inggrisnya, adalah pukat yang bentuknya juga menyerupai mangkuk karena sisi bawahnya dilengkapi dengan sejenis 'tali kolor' yang dapat ditarik agar sisi bawah jaring dapat merapat sehingga melingkungi ikan-ikan yang akan ditangkap. Pukat ini bentuknya seperti dinding jaring yang panjang. Ikan target terutama ikan-ikan yang suka berenang secara bergerombol, seperti ikan sarden sampai ke tuna.

| Home | Cara Membeli | Contact Us | About Us | Sitemap | BanSos |

